SOLOBALAPAN.COM - Naoko Ratna Sari Dewi Soekarno, lahir pada 6 Februari 1940, adalah istri keenam Presiden RI pertama, Soekarno.
Perempuan asal Jepang ini menikah dengan Soekarno pada tahun 1962 ketika berusia 22 tahun, sementara Soekarno berusia 57 tahun.
Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai seorang putri, Kartika Sari Dewi Soekarno.
Awal Pertemuan dengan Soekarno
Dewi bertemu dengan Soekarno melalui seorang relasi di Hotel Imperial, Tokyo, saat Soekarno sedang dalam kunjungan kenegaraan.
Tak lama setelah itu, Soekarno mengundangnya ke Indonesia dan mereka memutuskan untuk menikah. Setelah menikah, Soekarno memberinya nama Indonesia, Ratna Sari Dewi.
Kehidupan Pasca Soekarno
Baca Juga: Siapa Satryo Soemantri Brodjonegoro, Menteri Dikti Saintek yang Didemo Pegawai Hari Ini?
Setelah meninggalnya Soekarno, Dewi pindah ke berbagai negara di Eropa, seperti Swiss, Prancis, dan Amerika Serikat, sebelum akhirnya menetap kembali di Tokyo, Jepang, pada tahun 2008.
Ia tinggal di sebuah rumah besar di Shibuya yang dipenuhi memorabilia kenangan.
Kasus PHK dan Denda di Jepang
Nama Dewi Soekarno kembali menjadi sorotan publik setelah Pengadilan Buruh Jepang menjatuhkan denda sebesar 29 juta yen (Rp3,03 miliar).
Denda ini terkait kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) dua karyawannya yang dianggap tidak sah selama pandemi Covid-19.
"Saya marah karena diperlakukan seperti kuman, padahal hasil tes saya negatif. Anda menderita coronafobia. Saya rasa, saya tidak akan datang ke kantor lagi karena tidak bisa bekerja bersama kalian." ucapnya dikutip dari cnn.
Dewi Soekarno adalah sosok yang penuh warna dalam sejarah, baik sebagai istri presiden maupun sebagai tokoh yang menjalani kehidupan internasional.
Hingga kini, ia tetap dikenal sebagai salah satu bagian penting dari warisan sejarah Presiden Soekarno. (nda)
Editor : Nindia Aprilia