SOLOBALAPAN.COM - Tahun Baru Imlek menjadi momen penting bagi masyarakat Tionghoa untuk berburu buah-buahan khas yang memiliki nilai simbolis.
Pasar Gede Solo menjadi salah satu pusat belanja yang ramai dikunjungi pembeli, baik dari Solo maupun luar kota seperti Purwodadi dan Sragen, untuk membeli buah impor khas Imlek.
Selain membeli buah, pembeli juga memanfaatkan jasa aksesoris dan kemasan untuk mempercantik tampilan buah. Pedagang buah impor pun menyebut Imlek sebagai momen “panen keuntungan” setiap tahun.
Buah-buahan Khas Imlek yang Banyak Diburu
Berikut beberapa buah yang menjadi favorit pembeli di Pasar Gede Solo jelang Imlek:
1. Jeruk Mandarin
Jeruk Mandarin menjadi simbol keberuntungan dan kemakmuran. Warnanya yang jingga melambangkan emas, menjadikannya populer untuk dipajang di ruang makan.
Rasanya yang manis dengan sedikit asam membuatnya digemari banyak orang.
2. Apel
Apel juga banyak dicari karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang nikmat. Dalam tradisi Tionghoa, apel melambangkan kedamaian, sehingga menjadi pilihan utama untuk perayaan Imlek.
3. Jeruk Nipis
Meski tak langsung dikonsumsi, jeruk nipis memiliki makna simbolis dalam tradisi Imlek.
Banyak yang percaya bahwa mandi menggunakan jeruk nipis dapat membawa keberuntungan dan mempercantik kulit, seperti yang dilakukan oleh artis Sandra Dewi.
4. Pir
Buah pir menjadi pilihan lain yang disukai karena teksturnya menyerupai apel dengan rasa yang lebih segar.
Aromanya yang wangi membuatnya cocok untuk menghiasi meja makan saat perayaan Imlek.
Ramainya Pengunjung dan Tradisi Unik
Tidak hanya masyarakat lokal, pembeli dari berbagai daerah datang ke Pasar Gede Solo untuk berburu buah khas Imlek.
Tradisi menyusun buah di ruang makan atau menggunakannya dalam ritual tertentu menjadikan buah-buahan ini lebih dari sekadar makanan, tetapi juga bagian penting dari perayaan budaya. (nda)
Editor : Nindia Aprilia