SOLOBALAPAN.COM - Tahun Baru Imlek 2025 menjadi momen penuh makna bagi masyarakat Tionghoa, dengan berbagai kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Salah satu aspek penting adalah pemilihan makanan yang disajikan saat perayaan, karena setiap hidangan memiliki makna dan simbolisme tertentu.
Berikut adalah 8 jenis makanan yang dipercaya sebaiknya dihindari selama perayaan Tahun Baru Imlek:
1. Ayam
Baca Juga: Liburan ke Solo Bisa Naik KA BIAS! Ini Jadwal Terbarunya untuk 9 Januari 2025, Jangan Sampai Salah!
Meskipun ayam adalah makanan umum, memakannya saat Imlek dipercaya membawa kemunduran, karena ayam dianggap “menggaruk ke belakang.”
Filosofi ini melambangkan ketidakmampuan untuk maju ke masa depan.
2. Lobster
Lobster berenang mundur, sehingga dianggap membawa kemunduran dan ketidaknyamanan. Sebagai alternatif, ikan yang berenang maju, seperti salmon atau lele, lebih disarankan.
3. Bubur
Bubur sering dikaitkan dengan kemiskinan pada masa lalu. Karena Imlek adalah perayaan kemakmuran, hidangan ini sebaiknya dihindari.
4. Makanan Berwarna Putih
Warna putih melambangkan kematian dalam budaya Tionghoa. Oleh karena itu, makanan seperti tahu, roti putih, dan keju dianggap tidak membawa keberuntungan.
5. Mie yang Terpotong
Mie panjang melambangkan umur panjang dan kesehatan. Memotong mie dipercaya dapat memperpendek umur seseorang.
6. Buah Pir
Kata "pir" dalam bahasa Mandarin memiliki bunyi serupa dengan kata "perpisahan." Memberikannya saat Imlek dapat diartikan sebagai lambang perpisahan atau hubungan yang merenggang.
7. Kepiting
Kepiting yang bergerak ke samping dianggap simbol kemunduran. Hindari kepiting dan pilih ikan yang berenang maju sebagai alternatif.
8. Pisang
Pisang dipercaya membawa nasib buruk karena bentuknya menyerupai tangan yang meminta bantuan, melambangkan ketergantungan.
Sebagai gantinya, buah seperti jeruk, jeruk keprok, dan pomelo disarankan karena melambangkan keberuntungan dan kemakmuran.
Kepercayaan ini mencerminkan makna mendalam dalam budaya Tionghoa, menekankan pentingnya simbolisme dalam setiap aspek kehidupan, termasuk makanan.
Meskipun tidak semua orang mempercayainya, menghormati tradisi dapat menjadi cara untuk menyemarakkan perayaan Imlek. (nda)