SOLOBALAPAN.COM - Hari ini, 26 Desember 2024, genap 20 tahun sejak tsunami dahsyat melanda Aceh pada 2004.
Salah satu karya yang sering diputar untuk mengenang tragedi ini adalah film "Hafalan Shalat Delisa", yang dirilis pada 22 Desember 2011, tepat empat hari sebelum peringatan 7 tahun tsunami tersebut.
Film ini memberikan gambaran mendalam tentang bencana tsunami yang menghancurkan Aceh, menelan banyak korban jiwa, dan meninggalkan puing-puing kehidupan.
Sinopsis Hafalan Shalat Delisa
Film ini mengisahkan Delisa, seorang gadis kecil yang diperankan oleh Chantiq Schgerl.
Ia tinggal bersama Ummi dan tiga kakak perempuannya di sebuah desa kecil di Aceh. Delisa digambarkan sebagai anak yang nakal, tetapi sangat dicintai keluarganya.
Suatu hari, Delisa bersiap mengikuti ujian hafalan shalat. Untuk memotivasi Delisa, Ummi berjanji membelikannya kalung emas berinisial “D.”
Saat ujian berlangsung, gempa besar mengguncang Aceh. Delisa tetap melanjutkan hafalannya, meski semua orang panik berlarian menyelamatkan diri.
Namun, gempa diikuti tsunami besar yang menghancurkan desa mereka. Delisa selamat, tetapi terbangun di samping jenazah sahabatnya, Tiyur.
Ia kemudian diselamatkan oleh tentara dan dibawa ke rumah sakit, di mana kakinya harus diamputasi.
Sementara itu, Abi Delisa, yang bekerja di luar kota, segera kembali ke Aceh untuk mencari istri dan anak-anaknya.
Bagaimana nasib Ummi dan kakak-kakak Delisa? Apakah Abi berhasil menemukan Delisa? Jawabannya ada dalam film "Hafalan Shalat Delisa."
Kondisi Terkini Delisa
Setelah dua dekade berlalu, Delisa yang dulunya dikenal sebagai anak kecil yang tegar kini telah tumbuh dewasa dan sukses berkarier.
Baru-baru ini, Delisa diketahui bekerja di Bank Syariah Indonesia, seperti yang dibagikan oleh Imam Santoso, seorang dosen Institut Teknologi Bandung, melalui unggahannya di Instagram.
“Delisa telah tumbuh menjadi gadis dewasa, saat ini sukses berkarir di Bank Syariah Indonesia,” tulis Imam di akun Instagram-nya, @santosoim.
Delisa juga aktif membagikan kisahnya melalui media sosial. Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @delisafitrir_, ia mengenang kembali tragedi tsunami Aceh.
“Time to mengenang. Terima kasih untuk orang-orang baik. Bencana gempa dan tsunami di Aceh 2004 silam banyak menghancurkan jiwa dan harta. Tapi bencana ini juga menggugah banyak jiwa dan hati,” tulisnya.
Kesuksesan Delisa kini menjadi bukti nyata ketegaran dan semangat hidup yang tak pernah padam, meski melewati tragedi besar di masa kecilnya.
Hafalan Shalat Delisa tidak hanya menyajikan kisah haru perjuangan Delisa, tetapi juga menggambarkan betapa dahsyatnya tsunami yang melanda Aceh.
Kehilangan keluarga, harta benda, bahkan anggota tubuh menjadi bagian dari kenyataan pahit yang dialami para korban.
Film ini menjadi pengingat akan kekuatan doa, ketabahan, dan semangat untuk bangkit dari bencana. (nda)
Editor : Nindia Aprilia