SOLOBALAPAN.COM - Dua dekade setelah tsunami Aceh yang terjadi pada 26 Desember 2004 dan menelan ratusan ribu korban jiwa, kisah inspiratif Delisa kembali menarik perhatian publik.
Gadis kecil yang dulu dikenal lewat novel "Hafalan Shalat Delisa" karya Tere Liye ini kini telah tumbuh dewasa dan sukses berkarier.
Baru-baru ini, kabar terbaru tentang Delisa datang dari unggahan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Imam Santoso, di akun Instagram-nya, @santosoim.
Imam membagikan foto dirinya bersama Delisa dan mengungkapkan bahwa ia kini bekerja di Bank Syariah Indonesia.
“Delisa telah tumbuh menjadi gadis dewasa, saat ini sukses berkarir di Bank Syariah Indonesia,” tulis Imam dalam unggahannya.
Dari Tragedi ke Kesuksesan
Delisa menjadi simbol ketabahan saat tsunami Aceh menghancurkan keluarganya.
Ia kehilangan sebagian besar anggota keluarga dan harus menjalani hidup dengan satu kaki akibat amputasi. Namun, Delisa tidak menyerah.
Setelah bertahun-tahun berjuang, kini ia berhasil menata kehidupannya.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @delisafitrir_, Delisa mengenang kembali tragedi tersebut dengan menulis, "Time to mengenang. Terima kasih untuk orang-orang baik. Bencana gempa dan tsunami di Aceh 2004 silam banyak menghancurkan jiwa dan harta. Tapi bencana ini juga menggugah banyak jiwa dan hati."
Baca Juga: Timnas Indonesia Merosot Secara Ranking FIFA, Usai Peringkat 127 Kini Terbaru Menjadi 130
Profil Singkat Delisa
Nama Lengkap: Delisa Fitri Rahmadani
Nama Populer: Delisa
Tempat Lahir: Ulee Lheue, Banda Aceh
Tanggal Lahir: 15 Desember 1997
Akun Instagram: @delisafitrir_
Kisah hidup Delisa yang sempat diabadikan dalam novel "Hafalan Shalat Delisa" menggambarkan bagaimana seorang anak kecil bisa begitu tegar menghadapi kehilangan besar.
Novel ini kemudian diadaptasi ke layar lebar dan menjadi inspirasi banyak orang.
Kini, Delisa yang telah dewasa membuktikan bahwa semangat hidup dan keyakinan mampu mengatasi trauma masa lalu.
Kesuksesannya berkarier di Bank Syariah Indonesia menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik maupun pengalaman pahit bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang cerah.
Unggahan Imam Santoso yang mempertemukannya dengan Delisa juga membangkitkan kembali ingatan publik akan tragedi tsunami Aceh.
Kisah Delisa, yang mampu bangkit dari bencana besar ini, diharapkan dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Baca Juga: Relawan Rumah Zakat Solo Gelar Indonesia Mendongeng Bersama Kak Ilham, Dihadiri Ratusan Peserta!
Bencana tsunami Aceh 2004 tidak hanya membawa duka mendalam bagi Indonesia, tetapi juga dunia.
Peristiwa ini mengajarkan banyak hal, termasuk tentang ketabahan, solidaritas, dan kemanusiaan.
Setelah 20 tahun berlalu, kisah-kisah seperti Delisa mengingatkan kita bahwa di balik tragedi besar, selalu ada harapan untuk bangkit dan terus melangkah ke depan. (nda)
Editor : Nindia Aprilia