SOLOBALAPAN.COM - Artis terkenal Jennifer Coppen terus menjadi sorotan publik, tidak hanya karena kariernya sebagai pemain film dan model, tetapi juga karena kisah kehidupannya yang penuh liku.
Di tengah kesuksesannya, Jennifer harus menerima kenyataan pahit kehilangan suaminya, Yitta Dali Wassink, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal.
Kepergian Yitta meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya, termasuk Jennifer dan putri kecil mereka, Kamari.
Saat ini, Jennifer memilih tinggal bersama keluarga almarhum suaminya agar Kamari tetap merasakan kehadiran sosok ayah melalui keluarga besar mereka.
Meski memiliki latar belakang agama yang berbeda, Jennifer tetap menjunjung tinggi toleransi dalam keluarganya.
Hal ini terlihat ketika ia hadir dalam perayaan Natal 2024 yang diikuti oleh keluarga almarhum Yitta.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @jennifercoppenreal20, Jennifer membagikan momen Natal bersama putrinya yang mengenakan pakaian bertema Natal, menciptakan suasana yang menggemaskan.
Namun, kebahagiaan Natal itu juga diwarnai kesedihan. Jennifer mengungkapkan bahwa momen berkumpul bersama keluarga besar tanpa kehadiran suaminya menjadi hari yang berat.
"Kemarin dan hari ini hari terberat, pertama kalinya ngumpul full satu keluarga," tulisnya di Instagram.
Jennifer juga berbagi tradisi keluarganya yang selalu dilakukan setiap Natal.
"Which is setiap Natal kita selalu lakuin booking villa terus stay bareng-bareng," lanjutnya. Tradisi ini menjadi cara untuk mempererat hubungan keluarga di tengah duka yang masih dirasakan.
Meski hadir dalam perayaan Natal, Jennifer menjelaskan bahwa kehadirannya semata-mata untuk menghormati keluarganya yang merayakan, tanpa mengubah kepercayaannya sendiri.
"Guys, aku ga merayakan Natal seperti itu ok, aku menghargai keluargaku yang merayakan, ikut tukar kado dan makan saja," tulis Jennifer.
Ternyata, dalam perayaan Natal tersebut, tidak hanya keluarga besar Yitta yang hadir, tetapi juga keluarga besar Jennifer Coppen turut bergabung.
Momen ini menjadi bukti harmoni dan toleransi yang tetap terjaga di tengah perbedaan yang ada.
Meski kehilangan sang suami masih membayangi, Jennifer terus berusaha menunjukkan kekuatan untuk membesarkan putrinya dalam lingkungan keluarga yang penuh kasih dan toleransi. (nda)
Editor : Nindia Aprilia