SOLOBALAPAN.COM - Kabar baik bagi pengguna setia Kereta Api Indonesia (KAI), khususnya untuk wilayah Madiun dan sekitarnya.
Pasalnya, KA Bandara yang rute awalnya dimulai dari Klaten menuju Bandara Adi Soemarmo Solo, kini turut diperpanjang menuju ke Kota Madiun.
Pastinya, wisatawan yang hendak menuju ke Kota Madiun bisa menggunakan KA Bandara agar lebih nyaman dan terjangkau pastinya.
Perubahan rute ini menjadi harapan besar agar meningkatkan dan memudahkan mobilitas penduduk di Kota Madiun dan sekitarnya.
Mengingat KAI menjadi salah satu transportasi yang dikenal tepat waktu dan pastinya nyaman digunakan.
Seperti yang disampaikan oleh Menhub Budi Karya Sumadi, saat melakukan peninjauan pembangunan rel layang Simpang Joglo pada Minggu (13/10), Ia turut menuturkan adanya perpanjangan KA Bandara ini.
Melansir dari radar madiun, salah satu alasan kuat untuk terealisasikannya wacana ini adalah jumlah mobilitas di Madiun yang meningkat.
"Saya mendapat laporan dari teman-teman kepala DAOP Jawa Tengah bahwa kereta bandara yang tadinya dari Klaten akan kami pindah dari Klaten ke Madiun," ujar Budi Karya.
Hal ini tentunya disambut dengan baik oleh masyarakat, apalagi mereka yang kerap berpergian ke arah Madiun dan Solo.
Perubahan rute ini juga meningkatkan jumlah wisatawan, apalagi jika ingin lanjut ke Yogyakarta maka penumpang bisa beralih menggunakan KRL.
Berikut tarif yang ditetapkan untuk KA Bandara saat ini.
1. Rute Stasiun Solo Balapan - Bandara Adi Soemarmo Rp 7.000
2. Stasiun Klaten - Bandara Adi Soemarmo Rp 15.000
Terkait rute perlintasan KA Bandara ini pastinya melintasi beberapa stasiun besar di Kota Solo, salah satunya adalah Stasiun Solo Balapan.
Untuk menuju ke arah Kota Madiun, diperkirakan akan menempuh waktu 2.5 jam hingga sampai ke lokasi.
Tentunya diperkirakan tarif yang digunakan dalam KA Bandara ini akan lebih mahal dari stasiun-stasiun lainnya.
Jadi gimana? makin tertarik untuk mencoba KA Bandara? namun sayangnya KA Bandara ini baru diperkirakan akan beroperasi pada 1 Desember 2024 mendatang, jadi tunggu dulu ya!. (nda)
Editor : Nindia Aprilia