Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Buka Suara! Warga Lokal Beberkan Alasan Perilaku Rasis di Aplikasi Indosarang, Culture Shock Jadi Dalih

Laila Zakiya • Minggu, 9 Juni 2024 | 21:15 WIB
Warga lokal negeri ginseng ungkap alasan di balik rasisme warga Korea ke masyarakat Indonesia.
Warga lokal negeri ginseng ungkap alasan di balik rasisme warga Korea ke masyarakat Indonesia.

SOLOBALAPAN.COM - Masyarakat Indonesia kini tengah menyoroti perihal adanya berbagai komentar rasisme dari warga Korea melalui aplikasi bernama Indosarang.

Dalam kasus rasisme tersebut, sebuah artikel di aplikasi Indosarang menunjukkan bahwa warga Korea mengatai penampilan fisik masyarakat Indonesia.

Bahkan Islam yang menjadi agama mayoritas di Indonesia pun menjadi sasaran ujaran rasisme di unggahan aplikasi Indosarang tersebut.

Usai ujaran rasisme di Indosarang viral dan menjadi buah bibir, warga lokal negara ginseng tersebut akhirnya buka suara.

Pria yang merupakan warga Korea itu membeberkan alasan perilaku rasis yang ditunjukkan oleh warga Korea.

Menurut akun Youtube @shiwagochannel, warga Korea hanya tidak terbiasa dengan kondisi seperti saat ini.

Dimana para warga Korea mulai harus menemui beragam warga asing di negaranya sendiri.

Tak biasa berhadapan dengan warga asing, lantas muncullah perilaku rasisme tersebut.

"Karena di Korea hanya orang Korea (yang) tinggal di sini," kata akun YouTube tersebut.

Tak seperti Indonesia yang punya banyak kebudayaan, munculnya pendatang di negara ginseng itu lantas memunculkan culture shock bagi warga lokal.

"Di Indonesia Chindo juga ada, orang India juga ada, tapi di Korea hanya ada orang Korea," sambungnya.

Baca Juga: Begini Tampang Rara, Cewek yang Nekat Jual Foto Sahabatnya di Akun Alter Demi Dapat FWB, Kalah Cantik!

Dengan banyaknya pendatang di Korea, maka warga lokal juga harus banyak menemui banyak hal lain yang tak biasa dijumpainya, seperti halnya agama dan budaya lain.

Kaget dengan banyaknya budaya dan keyakinan lain dari para pendatang, sejumlah warga lokal Korea kemudian justru memilih perilaku rasis lantaran ketakutan akan ketidaktahuannya itu.

Lebih lanjut, hingga saat ini masyarakat Indonesia masih menaruh atensinya pada aplikasi Indosarang.

Setelah dijuluki bak binatang monyet hingga bau, masyarakat Indonesia serempak meminta aplikasi Indosarang untuk segera ditutup.

Namun permintaan tersebut tak bisa dituruti oleh pihak Indosarang.

Menurut admin Indosarang, pihaknya tak bisa begitu saja menutup aplikasinya tersebut. (LZ)

Editor : Laila Zakiya
#korea #rasisme #indonesia #Indosarang