SOLOBALAPAN.COM - Film horor Vina: Sebelum 7 Hari sempat gemparkan warganet karena diangkat dari kisah nyata yang begitu tragis.
Kisah tersebut bermula dari kasus pembunuhan yang terjadi di tahun 2016 yang menghilangkan dua nyawa sekaligus yaitu Vina dan Eky.
Saat itu diketahui Vina masih kecil, yaitu berusia 16 tahun yang berasal dari Cirebon Jawa Barat.
Kisah tragis mereka kemudian viral di media sosial saat itu, dan bahkan belakangan ini keluarga korban mengungkap bahwa kisah ini akan di filmkan.
Yaa, film horor tersebut berjudul Vina: Sebelum 7 Hari, lalu bagaimanakah sinopsis film ini? berikut selengkapnya.
Film ini menceritakan tentang tragedi tragis pembunuhan sepasang kekasih yaitu Vina dan Eky di salah satu Flyover Cirebon.
Mulanya kematian tersebut disimpulkan sebagai sebuah kecelakaan oleh pihak kepolisian karena kondisinya yang nampak seperti orang yang mengalami kecelakaan tunggal.
Namun, mereka menemukan kejanggalan di tubuh korban. Luka yang dialami nampak bukan luka kecelakaan.
Setelah diusut pada akhirnya terbongkar bahwa mereka adalah korban pembunuhan yang dilakukan oleh geng motor.
Bahkan salah satu dari orang tersebut Vina mengenalnya, dia adalah Egi laki-laki yang pernah ia tolak cintanya.
Selang 6 hari setelah kematian mereka, Linda sahabat Vina meminta agar keluarga korban datang ke rumahnya.
DI sana Linda nampak kerasukan arwah Vina yang ingin mengungkap fakta keadilan tentang kematiannya.
Dia tidak terima lantaran berita kematiannya dikarang dan tidak sesuai dengan apa yang dia alami saat itu.
Lalu bagaimanakah kelanjutannya? Apakah Egi mendapatkan hukuman setimpal atas kasus pembunuhan tersebut?.
Semua akan terjawab di film ini, jadi jangan lupa saksikan keseruan filmnya apalagi ada banyak pelajaran yang bisa diambil di sini.
Melansir dari akun tt/triangr06 pada Minggu (12/5), ada kejadian mengejutkan saat menonton film ini. Salah satu penonton di bioskop Palembang Icon Mall mengalami kesurupan.
Maka dari itu saat menyaksikan film horor, sebaiknya penonton paham kondisi dan tidak tersugesti untuk kesurupan atau bahkan melamun secara terus menerus. (nda)
Editor : Nindia Aprilia