SOLOBALAPAN.COM - Beberapa hari ini warganet di hebohkan dengan film bisokop berjudul Vina: Sebelum 7 Hari yang mulai tayang beberapa hari lalu.
Lantaran film ini merupakan kisah nyata tentang sebuah keadilan terhadap Vina yang telah meninggal dunia.
Menengok ke belakang, Vina merupakan korban pembunuhan bersama dengan kekasihnya yaitu Rizky.
Kejadian tersebut sudah sejak 8 tahun lalu yaitu di tahun 2016 dan cukup populer di masyarakat Cirebon.
Apalagi kejadian itu terjadi di Cirebon dengan berbagai cerita luka yang cukup menyiksa batin pendengarnya.
Mulanya pembunuhan ini disebut sebagai kecelakaan, lantaran kondisi kedua korban yang ditemukan dalam kondisi seperti usai kecelakaan.
Namun, ada beberapa kejanggalan yang membuat keluarga dan pihak kepolisian merasa curiga, menurut mereka kondisi tubuh Vina saat ditemukan tidak seperti orang yang kecelakaan.
Dugaan tersebut benar adanya, ternyata Vina dan Rizky dibunuh oleh segerombolan geng motor, bahkan Vina saat itu juga mengalami pemerkosaan yang dilakukan secara bergilir.
Setelah kisahnya tenggelam selama beberapa tahun, kini keluarga korban mengumumkan bahwa kisah tersebut akan dijadikan sebuah film.
Usai tayang di bioskop salah satunya di Solo, film ini menuai pro kontra di masyarakat apalagi sampai sekarang (11/5) masih menjadi trending topik di X.
Beberapa warganet membagikan pengalamannya saat menonton flm ini di bioskop.
"Kemarin nonton Vina: sebelum 7 hari, merinding 1 studio full booked pas film baru mulai ada poster alfatiha untuk Vina, smua penonton serentak bacain surat al fatiha kedenger kenceng bgt 1 studio." Tulis warganet pemilik akun @seringsendirian.
Tak hanya itu, bahkan beberapa warganet juga menyayangkan ini karena kurang etis jika berita duka tersebut dijadikan film, apalagi kisah tragis Vina.
"Orang kena musibah di buat film, ya inilah Indonesia tercinta," tulis akun @_nugle.
"Ga kuat nontonnya gueh," komentar @no_name3867.
"Gaesss film ini beneran harus di boikot deh, sumpah ini keluarganya kok bisa ngasih izin sihhhhh. Ga kebayang sesakit apa ngeliat penderitaan anaknya ditonton sama orang-orang." tulis akun @moviemenves.
Seruan tersebut bahkan mendapatkan banyak komentar yang isinya terkait kurang etisnya film ini.
Bahkan banyak yang menyayangkan kisah ini dijadikan film horor, apalagi ada penderitaan korban di dalamnya. (nda)