Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Review Jujur Film Romance The Architecture of Love (TAOL), yang Gamon Sama Mantan Wajib Nonton! Tayang di Solo Juga

Nindia Aprilia • Sabtu, 11 Mei 2024 | 17:01 WIB
Poster Film The Architecture of Love.
Poster Film The Architecture of Love.

SOLOBALAPAN.COM - Film berjudul The Architecture of Love (TAOL) merupakan salah satu film romace yang belakangan ini menjadi bahan pembicaraan masyarakat.

Pasalnya film ini dimainkan oleh sederet aktor dan artis ternama yang ada di Indonesia. Beberapa diantaranya adalah Nicholas Saputra, Putri Marino, Jerome Kurnia, Jihane Almira dan masih banyak lagi.

Film ini menceritakan tentang dua orang yang sedang putus asa dengan kehidupannya lalu pergi ke luar negeri untuk sembuh.

Mereka adalah Raia yang diperankan oleh Putri Mario dan River yang dimainkan oleh Nicholas Saputra.

Raia merupakan seorang penulis terkenal di Jakarta yang telah meriliskan banyak buku novel dengan inspirasi utamanya adalah sang suami.

Namun di tengah pencapaiannya, dia harus menerima kenyataan pahit yang membuat hubungan rumah tangganya hancur.

Hingga membuat Raia pergi meninggalkan Indonesia dan menetap di New York untuk mencari inspirasi menulis.

Meskipun sudah pindah negara, dirinya masih gamon dan belum bisa menemukan pengganti suaminya.

Hingga dia bertemu dengan River seorang arsitek Indonesia yang memiliki banyak masalah di hidupnya.

River ternyata juga memiliki seorang istri namun saat itu mereka sudah tidak bersama, dan hal itulah yang menjadi penyesalan terberat dalam hidupnya.

Pertemuan itu membuat Raia merasa jatuh cinta dan menemukan inspirasinya untuk bisa menulis novel kembali.

River mengajaknya untuk berkeliling New York dan juga melihat cerita apa saja yang ada pada gedung-gedung di sana.

Singkat cerita Raia makin menyayagi River, namun pria itu masih kacau dan berperang dengan pikirannya senduiri.

Dia masih belum bisa menghapus memori buruk yang setiap hari menghantuinya bahkan membuatnya makin terpuruk.

Hingga suatu ketika River memutuskan untuk kembali ke Indonesia guna menyembuhkan memori buruknya dan berdamai dengan keadaan di hidupnya.

Lalu bagaimana dengan Raia? Dia sempat terpuruk karena hanya dianggap sebagai pelampiasan saja, namun River tidak ingin dirinya berhenti menulis.

Setelah beberapa saat Raia juga memutuskan kembali ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan sahabatnya.

Apakah mereka akan di pertemukan kembali di Jakarta?.

Tentu ada beberapa plot twist yang susah untuk ditebak bahkan penonton sendiri merasa heran dan tidak mempercayainya.

Kisah cinta mereka cukup misterius dan romantis tentunya. Bahkan penonton yang menyaksikan film ini akan dibuat salting.

Apalagi menyaksikan kebucinan mereka saat di New York.

Ada sebuah kutipan yang dilontarkan dalam film ini, yaitu tentang keberanian untuk jatuh cinta.

"Mencintai itu menyenangkan. Jika berbalas tentu akan lebih menyenangkan. Tapi berani mencintai saja sudah begitu membebaskan."

Jadi dalam film ini memang ada beberapa plot twist tentang jatuh cinta, dan dapat disimpulkan bahwa mencintai memang boleh, namun keberanian untuk mengutarakannya itu hebat.

Masalah itu akan terbalaskan atau tidak itu jadi urusan nanti, yang terpenting sudah jujur dengan diri sendiri terkait perasaan dan juga hati.

Nah itu tadi sedikit review tentang film The Architecture of Love (TAOL), jadi jangan lupa untuk tonton kelanjutannya di seluruh bioskop, salah satunya di Solo. (nda)

Editor : Nindia Aprilia
#TAOL #nicholas saputra #review #The Architecture of Love #putri marino #solo #film