Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Mengulik Sejarah Awal Mula Ditetapkannya Hari Buruh pada Tanggal 1 Mei, Ternyata Begini Perjalanan Panjangnya

Nindia Aprilia • Rabu, 1 Mei 2024 | 20:19 WIB
Haymarket Chicago menjadi sejarah terciptanya May Day atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.
Haymarket Chicago menjadi sejarah terciptanya May Day atau Hari Buruh Internasional pada 1 Mei.

SOLOBALAPAN.COM - Masyarakat memperingati tanggal 1 Mei setiap tahunnya sebagai perayaan Hari Buruh Internasional.

Meski begitu, masih banyak yang belum tahu mengenai sejarah Hari Buruh Internasional atau yang kerap juga disebut sebagai May Day.

Secara garis besar, Hari Buruh Internasional atau May Day merupakan sebuah peringatan akan perjuangan dan pencapaian bersejarah oleh para pekerja dan gerakan buruh.

Pemilihan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh merupakan keputusan yang diambil oleh sebuah federasi internasional kelompok sosialis dan serikat buruh.

Tanggal 1 Mei dipilih sebagai hari untuk menunjukkan dukungan kepada para pekerja.

Mengapa tanggal 1 Mei? Karena pada Mei 1886, mengutip dari laman Britannica, terjadi kerusuhan Haymarket di Chicago.

Hingga kemudian pemilihan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional pun ditetapkan pada 1889.

Dilansir dari History, awal mula Hari Buruh berawal dari puncak Revolusi Industri selama abad ke-19.

Pada saat itu, sebanyak ribuan pria, wanita dan anak-anak meninggal setiap tahunnya.

Persoalan tersebut muncul akibat kondisi kerja yang buruk dan jam kerja yang panjang.

Federation of Organized Trades and Labour Unions (yang kemudian menjadi Federasi Buruh Amerika) di tahun 1884 lantas menggelar konvensi di Chicago untuk mencoba mengatasi kondisi memprihatinkan itu.

Dari konvensi yang diselenggarakan itu, Federation of Organized Trades and Labour Unions menetapkan bahwa waktu kerja resmi para pekerja dan buruh diubah menjadi delapan jam.

Aturan tersebut diberlakukan sejak dan setelah 1 Mei 1886.

Aturan kerja delapan jam yang ditetapkan oleh Federation of Organized Trades and Labour Unions itu juga didukung oleh Knights of Labor yang dikenal sebagai organisasi buruh terbesar di Amerika.

Dukungan tersebut diwujudkan oleh Knights of Labor dengan mendorong para pekerja untuk melakukan mogok kerja dan berdemonstrasi.

Dari arahan tersebut, sebanyak lebih dari 300 ribu pekerja dari 13 ribu bisnis di seluruh negeri memutuskan untuk keluar dari pekerjaan mereka.

Bukan cuma sampai di situ, para pemogok kerja bertambah jumlahnya hingga hampir 100 ribu orang di hari berikutnya.

Meskipun mulanya berlangsung dengan damai, tapi aksi tersebut berubah menjadi rusuh ketika pada tanggal 3 Mei terjadi bentrok antara pekerja di Chicago dengan para polisi.

Saat polisi membubarkan massa, sebuah bom meledak di barisan polii yang menyebabkan 67 polisi terluka dan 7 orang tewas.

Polisi kemudian melepaskan tembakan balasan yang kemudian menyebabkan tewasnya beberapa orang pekerja dan 200 orang lainnya terluka.

Setelahnya, para pekerja merencanakan unjuk rasa di Haymarket Square untuk memprotes terjadinya pembunuhan dan luka-luka yang dialami oleh para pekerja yang dilakukan oleh polisi.

Kerusuhan antar pekerja di Chicago itu kemudian menjadi tenar dengan julukan Kerusuhan Haymarket dan memicu munculnya gelombang represi nasional.

Selang beberapa tahun setelahnya, dibentuklah partai sosialis dan buruh di Eropa.

Para anggota yang bergabung lantas menggelar demonstrasi untuk menghormati 'Martir Haymarket'.

Sehingga pada akhirnya dicetuskanlah tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengingat perjuangan para pekerja di masa lalu.

Tanggal 1 Mei ditetapkan oleh Konferensi Sosialis Internasional sebagai hari libur buruh internasional pada tahun 1889 yang kemudian diresmikan oleh Presiden Grover Cleveland sebagai Hari Buruh di AS sejak tahun 1894.

Di Indonesia, tanggal 1 Mei juga ditetapkan sebagai hari libur nasional dan kerap digunakan oleh para pekerja untuk melakukan demonstrasi memprotes kondisi kerja di negara agar dapat mengalami perubahan menjadi lebih baik. (Lz)

Editor : Nindia Aprilia
#perjuangan #hari buruh #sejarah #peringatan