Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Daya Pikat Reog in Solo Bikin Ribuan Warga sampai Nekat Hujan-hujanan Demi Bisa Menyaksikannya, Ternyata Ini Maksud Digelarnya Acara Tersebut

Reinaldo Suryo Negoro • Senin, 22 April 2024 | 17:11 WIB
Gelaran event Reog in Solo yang berlangsung di Balai Kota Surakarta pada Jumat sampai Sabtu (19-20/ 4). (DOK. PRIBADI/ LANGGENG)
Gelaran event Reog in Solo yang berlangsung di Balai Kota Surakarta pada Jumat sampai Sabtu (19-20/ 4). (DOK. PRIBADI/ LANGGENG)

SOLOBALAPAN.COM – Reog Ponorogo adalah seni pertunjukan tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia.

Asal usulnya berkaitan dengan legenda tentang Ki Ageng Kutu, seorang tokoh legendaris dalam sejarah Jawa.

Konon, sosok tersebut memerintahkan untuk membuat pertunjukan yang menggabungkan keberanian, seni bela diri, dan kepercayaan spiritual.

Reog sendiri berkembang secara pesat di daerah – daerah di Jawa. Salah satunya di Solo.

Di Solo, tercatat puluhan grup Reog Ponorogo yang tersebar di kelurahan – kelurahan.

Mengetahui hal ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo melaui Disbudpar dan Bea Cukai Solo lantas membuat sebuah wadah pertemuan mereka dalam wujud Reog In Solo.

Salah satu penabuh dari grup yang berpartisipasi di Reog in Solo pun mengaku bahwa acara tersebut membuatnya bisa bersilaturahmi dengan berbagai grup reog lain di Kota Bengawan. 

Diungkapkannya juga, Reog in Solo ini juga menjadi ajang persiapan sebelum ikut festival nasional.

“Alhamdulillah diadakan acara seperti ini (Reog In Solo) supaya kita (seniman reog) bisa silaturahmi dengan grup Reog Ponorogo yang ada di Solo," ungkap Aryo.

"Selain itu juga bisa ancang – ancang (persiapan) untuk ikut FNRP (Festival Nasional Reog Ponorogo) yang merupakan salah satu ajang bergengsi bagi seniman Reog Ponorogo di Indonesia,” jelas penabuh dari grup Reog Singo Aji Kusumo Mojosongo pada Sabtu (20/04).

Selain sebagai media hiburan bagi masyarakat Solo, gelaran event Reog In Solo ini bertujuan untuk menyosialisasikan Program dari Bea Cukai tentang Gempur Rokok Ilegal.

Saat jeda pementasan Reog, Mas Marga sebagai MC pun menyampaikan beberapa informasi mengenai rokok ilegal serta rasa terima kasih yang mendalam kepada para penyelenggara.

“Terima kasih dumateng (kepada) Disbudpar kodya Solo sampun (sudah) menyelenggarakan acara ini," sahut MC kondang Mas Marga yang berasal dari Ponorogo itu, pada Jum’at (19/04).

"Kagem sedaya mawon (untuk semua saja) mari kita Gempur Rokok Ilegal kagem (untuk) sing ngrokok (yang merokok),” tuturnya.

Reog In Solo diselenggarakan selama dua hari yaitu pada hari Jum’at (19/04) dan Sabtu (20/04) di halaman Balai Kota Surakarta.

“Solo jan geger tenan sore iki, elok dan luar biasa. Ternyata reog Ponorogo mendapat sambutan baik oleh masyarakat Solo," ungkap Judha Slamet Sarwo Edi selaku Kepala Dinas Disbudparpora Kabupaten Ponorogo yang turut hadir.

"Ribuan penonton tetap hadir walaupun hujan deras melanda."

"Saya ucapkan banyak juga terima kasih pada Pemkot Solo yang memberikan acara khusus untuk reog Ponorogo,” terangnya pada Jum’at (19/04).

Judha berharap lewat acara ini kesenian Reog Ponorogo akan semakin lestari dan berkembang di Kota Solo.

“Semoga kesenian reog ke depan tansah ngremboko (berkembang) khusunya di Solo lantaran sudah banyak kelurahan yang punya padepokan Reog," lanjut Judha.

"Saya juga nyuwun tulung panyengkuyungipun (dukungan) kepada warga Solo untuk menjaga dan melestarikan kesenian ini,” imbuhnya.

Selain warga Solo, terdapat salah satu penonton yang berasal dari Ponorogo yang datang untuk sekedar melihat bagaiman gairah seni Reog Ponorogo yang ada di Solo.

“Saya baru datang (dari Ponorogo) sore tadi jam 4-an mas, kesini niatnya ya pengen lihat dulur – dulur (saudara – saudara) seniman Reog Ponorogo yang ada di sini (Solo)," jelas Fahri Ulil (32) sebagai salah satu penonton dan seniman Reog yang berasal dari Ponorogo. 

"Saya pikir nantinya bakal sepi karena hujan, ternyata warga sini (Solo) cukup nekat untuk datang melihat Reog."

"Senang mas rasanya, terlebih bisa nonton dulur – dulur (saudara – saudara) pemanasan untuk FNRP 2024 ini,” jelasnya pada Sabtu, (20/04). (mg1/rei)

Berikut daftar penampil Reog Ponorogo dalam acara Reog In Solo pada tahun 2024:

Penampil hari Jum’at (19/4/2024)

1. IAIN Watu Dakon Ponorogo
2. Singo Yudho Kel Banyuanyar
3. Singo Kawula Mudo, Kel Mojosongo
4. Singo Kerti Kel.Kerten
5. Shingo Birowo Kel.Joglo
6. Singi Manunggal Roso Pucangsawit
7. Singo Macan Mudho Kandang Sapi
8. Singo Mudho Jebres
9. Singo Aji Kusumo Mojosongo
10. Singo Drajat Kandang Sapi
11. Singo Rodho Mojosongo

Penampil Hari Sabtu (20/4/2024)

12. Sanggar Kridho Tirtho Nusukan
13. Singo Manunggal Budaya Sukoharjo
14. Matjan Klaten
15. Pandowo Budoyo Mojosongo
16. Simo Tlitis Jathi Yudho Banyuanyar
17. Sardulo Laras Mudo Ponorogo
18. Ingsung Sukoharjo
19. Singo Yogo Banyuanyar
20. UM Ponorogo
21. Singo Dhoko Sondakan
22. Singo Wengker Ponorogo

 

Editor : Reinaldo Suryo Negoro
#hujan #ponorogo #Reog in Solo #kesenian