Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Warga Solo Sudah Beli Baju Baru Untuk Lebaran? Berikut Hukum Memakainya Menurut Para Ulama

Fauziah Akmal • Minggu, 7 April 2024 | 00:00 WIB
Ilustrasi Menggunakan Baju Baru Saat Lebaran.
Ilustrasi Menggunakan Baju Baru Saat Lebaran.

SOLOBALAPAN.COM - Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari, sebagian besar masyarakat muslim di Indonesia melakukan berbagai macam persiapan, termasuk membeli baju baru.

Memakai baju baru merupakan tradisi yang tidak bisa dilepaskan dari perayaan Idul Fitri. Lantas bagaimana Islam memandang fenomena tersebut?.

Dai Standardisasi MUI Dwi Jatmiko menjelaskan, Islam menganjurkan untuk memakai baju terbaik yang bersih dan suci ketika Hari Raya Idul Fitri.

Para ulama sepakat ketika di hari lebaran umat Islam dianjurkan atau disunnahkan untuk mencontoh Nabi Muhammad SAW.

"Kita lihat, kata mutiara yang menyatakan, “Bukanlah hari raya bagi orang yang memakai pakaian baru. Akan tetapi, hari raya adalah bagi mereka yang takut terhadap hari pembalasan”. Maka, kesimpulannya berpegang pada riwayat dari Al-Hasan bin Ali RA, ia berkata: "Rasulullah SAW telah memerintahkan kami pada dua hari raya agar memakai pakaian terbaik yang kami temukan.” (HR Al-Baihaqi dan Al-Hakim)," terangnya.

Terkait hukum memakai baju baru ketika Lebaran, Jatmiko menjawab bukan masalah wajib.

Tetapi memakai pakaian terbaik dalam Islam hukumnya sunnah muakkad atau sangat dianjurkan untuk memuliakan hari raya Lebaran.

"Tradisi atau habituasi memakai pakaian baru pada hari raya Idul Fitri, bisa jadi diilhami oleh sunah Nabi Muhammad," imbuhnya.

Jatmiko lantas menyebut hadis sahih yang diriwayatkan oleh Al Bukhari (194-256 H).

Al-Bukhari meletakkan hadis ini dalam Kitab al-‘idayn yang menjelaskan tentang dua hari raya dengan subbab fī al-‘īdayn wa al-tajammul fīh atau dua hari raya dan berhias di dalamnya.

"Berdasarkan penamaan bab dan subbabnya, al-Bukhari memahami hadis tentang memakai pakaian baru pada hari raya ini sebagai sunah Nabi," imbuhnya.

Mengenai hikmah memakai baju baru saat lebaran, Jatmiko menjawab sebagai wujud kebahagiaan dan kegembiraan, budaya, tradisi atau simbol hari raya sebagai kebahagiaan setiap orang muslim.

"Saat memakai sesuatu yang baru dan mengikuti tren perkembangan zaman terkhusus fashion bisa mendorong tumbuhnya industri. Pertumbuhan ekonomi jalan dadi berbagai sektor," tambahnya.

Jatmiko mengingatkan, membeli atau memakai baju baru ketika Lebaran dengan niat untuk ibadah kepada Allah.

Bukan untuk niat sombong, pamer, dan berlomba-lomba di hadapan manusia, yang muaranya hanya akan sia-sia saja.

Sebagai gambaran ada ungkapan Laisal ied liman labisal jadid. Tidaklah dikatakan Idul Fitri bagi orang orang yang hanya berpakaian baru.

Wa la kinnal ied liman taqwahu yazid, tapi orang-orang yang bisa meningkatkan ketaatannya kepada Allah.

Efek puasa Ramadhan seharusnya membuat manusia semakin istiqomah dalam ibadah, jujur dan berintegritas. Ketika puasa kita harus jujur kepada Allah.

Sebulan lamanya, kita memberikan kesanggupan kita dalam bentuk tenaga, mata kita tahan untuk bangun lebih awal, kita membaca al-quran, kita salat taraweh, kita tadarus.

Kita berikan sebagian harta kita, membayar zakat fitrah agar kita tidak kikir, kita tidak bakhil, kita tidak pelit.

Maka, kalau kita bisa beli baju baru dua, maka yang satunya kita bisa berbagi kepada kaum papa dan nestapa yang telanjang kedinginan karena pra sejahtera atau fakir miskin. (zia)

Editor : Nindia Aprilia
#Baru #baju #lebaran #hukum #ulama