Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Ramadhan Sepi Job, Mahasiswa ISI Surakarta Bangunkan Umat Muslim dengan Kegiatan "Gugah Sahur"

Nindia Aprilia • Jumat, 5 April 2024 | 02:11 WIB
Mahasiswa ISI Surakarta bangunkan wahur warga Solo.
Mahasiswa ISI Surakarta bangunkan wahur warga Solo.

SOLOBALAPAN.COM – Bulan Suci Ramadhan selalu indentik dengan kemeriahan yang beraneka ragam, salah satunya "gugah sahur" atau membangunkan sahur.

Di setiap daerah memiliki sebutan membangunkan sahur yang berbeda beda, ada yang menyebutnya tekturan, dengtur, klothekkan, dram-draman dan masih banyak istilah lain yang digunakan.

Saat bulan ramadhan tiba, mahasiswa ISI Surakarta, khususnya di fakultas seni pertunjukkan memiliki kegiatan rutin yang dilaksanakan pada malam hari menjelang makan sahur.

“Di bulan Ramadhan tahun ini sama seperti tahun kemarin, kami tidak ada kegiatan, biasa nya malam hari kita ada PY (job) tapi ini bulan puasa ya jadi libur dulu,” ungkap Bayot salah satu mahasiswa ISI Surakarta pada Sabtu, (16/03).

Kegiatan Gugah Sahur ini dimulai pada puku 01.30 WIB dan berakhir pada pukul 03.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan makan sahur bersama-sama.

Rute yang dilewati pun tidak pasti, hanya saja untuk tahun ini wilayah yang dilewati berada di sekitaran Kentingan, dekat kampus ISI Surakarta.

Diketahui kegiatan ini telah rutin dilakukan, bahkan tahun kemarin menggunakan pick up dan diiringi gamelan reyog.

“awal mula muncul ide ini ya karena saya dan kawan – kawan tidak ada kegiatan itu, terus karena gabut dan bingung mau ngapain akhirnya kami berinisiatif untuk menggugah wong sahur” imbuh Bayot.

Peserta "Gugah Sahur" ini berasal dari mahasiswa ISI Surakarta dari berbagai jurusan dan asal daerahnya.

Berbagai mahasiswa tersebut berasal dari urusan Karawitan, tari, dan pedalangan yang rata-rata merupakan mahasiswa dari Jawa Timur.

Berbagai alat Gamelan digunakan untuk diarak keliling kampung, seperti kendang, kempul, suwuk, serta kenongan (pencon bonang) yang ditabuh bersamaan dengan konsep tabuhan Jaranan.

Selain alat, saat keliling gugah sahur, para anggota juga menyiapkan properti jaran (kuda) untuk ikut diarak keliling kampung.

Beberapa mahasiswa dari jurusan tari juga ikut dalam kegiatan ini, mereka sesekali menari saat berhenti di persimpangan jalan atau di depan rumah warga yang antusias untuk menyambut.

“harapannya ya semoga teman – teman iklhas dengan adanya kegiatan ini agar kita bisa memperoleh berkah di bulan suci ramadhan. Yaa siapa tahu tiba - tiba ada yang ngejob untuk membangunkan sahur kan kita gak pernah tahu”, jelas mahasiwa yang memiliki akun Instagram @bytknd. (mg1/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#sahur #mahasiswa #ramadhan #seni pertunjukan #isi surakarta