SOLOBALAPAN.COM - Selain menahan lapar dan haus, puasa juga harus menahan emosi dan perbuatan yang tidak baik.
Beberapa orang berubah menjadi lebih sensitive saat berpuasa. Akibatnya sering mengalami mood swing atau perubahan secara tiba-tiba.
Mood swing terjadi karena adanya perubahan hormon serta asupan makanan yang kurang seimbang.
Maka dari itu mood swing atau emosi tidak terkontrol kerap terjadi saat masyarakat berpuasa di bulan Ramadhan.
Dilansir dari halo jember (1/4), Psikolog dari Biro Konsultasi Gemilang Psikologi Marisa Selvy Helphiana menjelaskan, mood swing merupakan suatu kondisi yang normal.
Hal itu sering terjadi saat seseorang mengalami stres dan perubahan hidup, seperti perubahan jadwal kegiatan dan perubahan suhu.
Di Bulan Ramadhan, perubahan jadwal kegiatan juga dianggap berpengaruh terhadap mood swing.
Untuk mengatasi mood swing sendiri, hati dan pikiran harus senang, maka dari itu pekerjaan dan liburan harus seimbang.
Melakukan pekerjaan yang disukai dan membuat hati senang sangat dianjurkan. Seperti ngabuburit, nonton film sampai menjalankan hobi lainnya.
Mensugesti diri dan berfikir positif juga penting untuk mengendalikan mood swing. Hal lain yang bisa dilakukan adalah dengan memastikan waktu tidur terpenuhi dengan baik.
Saat bulan Ramadhan diperlukan perubahan jadwal untuk melakukan aktivitas tersebut, maka dari itu harus memastikan asupan makanan yang cukup saat sahur.
Karena dengan memastikan asupan makanan yang cukup saat sahur maka tidak akan mudah terpancing emosi saat kelelahan.
Meski masuk dalam keadaan normal, namun mood swing juga memiliki berbagai dampak bagi kehidupan.
Salah satunya akan membuat seseorang lebih mudah marah, susah tidur dan suasana hati menjadi semakin buruk.
Bahkan dalam jangka waktu yang lama dan jika tidak diatasi dengan baik, maka mood swing dapat menganggu kesehatan mental. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia