SOLOBALAPAN.COM - Tubuh manusia diciptakan oleh Allah SWT, maka otomatis perawatannya juga harus mengikuti ketentuan dari Allah SWT.
Persis seperti ketika membeli sebuah mobil, maka perawatan dan pemeliharaannya harus mengikuti petunjuk yang diberikan pabrik mobil itu.
Allah SWT memerintahkan umatnya untuk berpuasa, yang mana berarti puasa memang baik bagi tubuh manusia.
Sebagaimana disebutkan dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 184, "dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mngetahui".
Dilansir dari jombang banget, pengasuh PP Putri Tebuireng, jombang KH Fahmi Amrullah Hadziq bercerita tentang sahabat Nabi Muhammad SAW bernama Abu Thalhah.
Saat Abu Thalhah meninggal, jasadnya tetap utuh meskipun telah tujuh hari lamanya. Hal ini menjadi keistimewaan yang Allah SWT berikan karena diketahui sosoknya rajin melaksanakan puasa.
Abu Thalhah selalu berpuasa sepeninggal Rasulullah SAW selama 40 tahun. Abu Thalhah hanya tidak berpuasa pada hari-hari yang diharamkan atau ketika sedang sakit.
Selain rajin berpuasa, Abu Thalhah juga tidak pernah ketinggalan dalam beribadah seperti salat malam dan selalu berjuang di jalan Allah SWT.
Faktor usia yang tua tidak menjadi halangan bagi Abu Thalhah untuk tetap berjihad di jalan Allah SWT.
Pada masa kekhalifahan Ustman bin Affan, ada seruan jihad dengan mengarungi lautan bersama pasukan muslim.
Mengetahui hal itu anak Abu Thalhah kerap menasehati sang ayah untuk beristirahat, mengingat Abu Thalhah telah lanjut usia.
Anak dari Abu Thalhah berkata, ”Semoga Allah merahmatimu ayah. Ayah sekarang sudah tua. Ayah sudah berjuang bersama Rasulullah, Abu Bakar, Umar, kenapa ayah sekarang tidak istirahat saja, dan biarkan kamu yang berjihad?”
Abu Thalhah menjawab dengan mengutip Q.S. At-taubat ayat 41 yang berarti:
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah".
Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Singkat cerita, Abu Thalhah wafat dalam perjalanan. Kemudian pasukan muslim tidak menemukan pulau untuk menguburnya.
Ajaibnya, selama pencarian pulau itu, jenazah Abu Thalhah tidak berubah dan tetap utuh. Jasadnya malah terlihat seperti tertidur, bahkan saat wafat, dia tengah melakukan ibadah puasa. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia