Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Berikut Sejarah Sholat Tarawih di Bulan Ramadhan yang Jarang Orang Tahu! Yuk Warga Solo Simak Selengkapnya!

Nindia Aprilia • Senin, 25 Maret 2024 | 20:29 WIB
Sejarah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan yang Jarang Orang Tahu/
Sejarah Shalat Tarawih di Bulan Ramadhan yang Jarang Orang Tahu/

SOLOBALAPAN.COM - Melaksanakan shalat tarawih merupakan momen ibadah yang istimewa dan dinantikan oleh umat muslim.

Walaupun hukumnya sunnah atau tidak diwajibkan, sholat tarawih memiliki berkah yang luar biasa yaitu diampuni dosanya yang lampau.

Seperti dalam hadits Nabi yang menganjurkan untuk sholat Qiyam Ramadhan atau menghidupkan malam Ramadhan. Pasalnya, masa itu istilah “Tarawih” belum lazim digunakan.

Melansir dari jawapos.com, ketika masa itu pelaksanaan shalat tidak terbatas hanya di masjid saja.

Terkadang Rasulullah SAW juga menunaikan ibadah shalat tarawih di rumah. Sebagaimana dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim sebagai berikut.

 

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِي الْمَسْجِدِ ذَاتَ لَيْلَةٍ فَصَلَّى بِصَلَاتِهِ نَاسٌ ثُمَّ صَلَّى مِنْ الْقَابِلَةِ فَكَثُرَ النَّاسُ ثُمَّ اجْتَمَعُوا مِنْ اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةِ أَوْ الرَّابِعَةِ فَلَمْ يَخْرُجْ إِلَيْهِمْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا أَصْبَحَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُ الَّذِي صَنَعْتُمْ فَلَمْ يَمْنَعْنِي مِنْ الْخُرُوجِ إِلَيْكُمْ إِلَّا أَنِّي خَشِيتُ أَنْ تُفْرَضَ عَلَيْكُمْ قَالَ وَذَلِكَ فِي رَمَضَانَ

 

Artinya: “Sesungguhnya Rasulullah SAW shalat di masjid, lalu diikuti beberapa orang sahabat. Kemudian beliau sholat lagi, dan ternyata diikuti banyak orang. Dan pada malam ketiga atau keempat, Rasulullah SAW tidak keluar untuk sholat bersama mereka. Maka setelah pagi, beliau bersabda, ‘Sesungguhnya aku tahu apa yang kalian lakukan semalam. Tiada sesuatu pun yang menghalangiku untuk keluar dan sholat bersama kalian, hanya saja aku khawatir itu (sholat tarawih) akan diwajibkan bagi kalian di bulan Ramadhan,” (HR. Muslim).

Sesuai dengan hadits diatas, dapat diketahui bahwa Nabi Muhammad SAW beberapa kali melakukan sholat tarawih di masjid dengan para sahabat.

Namun, ketika beliau melihat semangat para sahabat yang tinggi, Nabi melanjutkannya di masjid.

Hal ini disebabkan beliau khawatir apabila Allah SWT mewajibkan untuk mendirikan sholat tarawih.

Kemudian saat kepemimpinan Abu Bakar Ash-Shiddiq, umat Islam melaksanakan sholat tarawih secara individu atau dalam beberapa kelompok kecil.

Pasalnya, sholat tarawih dengan satu imam dalam masjid belum ada ketika itu, serta ketentuan tentang jumlah rakaatnya belum ditentukan secara jelas.

Lalu perubahan kembali terjadi ketika masa kepemimpinan khalifah Umar bin Khattab.

Khalifah kedua ini menginisiasi sholat tarawih secara berjamaah setelah melihat umat Islam yang hilang kekompakannya saat pelaksanaan sholat.

Disebut sebagai “Tarawih” sebab bentuk jamak dari kata “Tarwih” yang memiliki arti istirahat.

Pasalnya, pada masa sahabat, umat muslim yang mendirikan shalat tersebut memperpanjang pelaksanaannya.

Setiap kali menyelesaikan empat rakaat atau dua kali salam, mereka akan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan shalatnya kembali. (mg10/nda)

Editor : Nindia Aprilia
#sholat #muslim #ramadhan #terawih #ibadah