SOLOBALAPAN.COM - Saat berbuka puasa, kebiasaan umum adalah memulai minum minuman manis untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.
Di beberapa budaya, tradisi berbuka puasa sering dimulai dengan mengonsumsi kurma dan air putih.
Hal ini bertujuan untuk mengembalikan kadar gula yang rendah dan menyiapkan perut untuk menerima makanan berat.
Namun, saat ini banyak orang yang memilih minuman segar contohnya air dingin, sebagai pilihan untuk berbuka puasa, dibandingkan dengan air hangat.
Banyak yang berpendapat bahwa minum air dingin memberi kesegaran yang langsung terasa setelah seharian berpuasa.
Dilansir dari Radar Papua (23/3), salah satu risiko minum air dingin saat berbuka adalah menyulitkan proses pencernaan karena menyebabkan kontraksi pada otot perut yang berakibat menyempitnya pembuluh darah kecil.
Akibatnya, tubuh tidak bisa menyerap nutrisi, vitamin dan mineral yang terdapat dalam makanan.
Oleh karena itu disarankan untuk memulai dengan minum minuman hangat saat berbuka puasa agar dapat menghindari masalah yang timbul.
Meski beberapa orang percaya minum air dingin membantu program diet karena membakar lemak dan kalori, namun sebaiknya minum air dingin setelah berpuasa dihindari.
Hal tersebut bisa menyebabkan masalah seperti gangguan pencernaan, obesitas dan keasaman lambung yang sering terjadi setelah berbuka puasa.
Secara umum, minum air hangat bisa meningkatkan peredaran darah dan melindungi organ dalam dari kerusakan.
Namun, minum air hangat saat perut kosong atau untuk berbuka puasa juga memiliki manfaat tersendiri.
Minum air hangat saat berbuka puasa akan lebih cepat mengembalikan suhu tubuh, sehingga lambung bisa menyesuaikan dengan baik setelah tidak makan dan minum seharian.
Selain itu, air hangat bisa mengaktifkan sistem pencernaan yang tentu membantu agar terhindar dari gangguan pencernaan.
Air Hangat juga bisa merangsang aliran darah menuju usus serta dapat mencegah sembelit saat puasa.
Maka dari itu akan lebih disarankan untuk meminum air hangat saat membatalkan puasa. Kemudian setelah itu baru minum air dingin guna menyegarkan tenggorokan. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia