SOLOBALAPAN.COM - Melaksanakan kewajiban sholat 5 waktu adalah perintah ibadah yang diterima Rasulullah SAW dari Allah SWT dalam peristiwa Isra mi’raj.
Namun, sebagian umat muslim masih belom menjalankan perintah ibadah sholat 5 waktu ini dan justru ditinggalkan oleh mereka.
Saking beratnya konsisten melaksanakan ibadah sholat 5 waktu, sebagian besar menganggap bahwa lebih mudah menunaikan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh dibanding melaksanakan ibadah sholat.
Lalu bagaimana hukum orang yang rajin melaksanakan ibadah puasa Ramadhan namun sholat 5 waktunya tidak lengkap?.
Berdasarkan penjelasan Ahmad Fatoni, dosen Fakultas Agama islam UMM yang dikutip dari jawapos menyatakan bahwa:
Bagi seorang muslim, sholat dan puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dikerjakan. Kedua ibadah ini termasuk dalam rukun islam.
Sholat wajib dikerjakan 5 kali dalam sehari semalam, sedangkan pelaksanaan puasa Ramadhan hanya 30 hari selama bulan Ramadhan.
Kemudian bagaimana hukum puasa bagi muslim yang tidak melaksanakan sholat? Dalam hal ini ulama membagi menjadi dua hukum yang dikenakan bagi orang yang tidak melaksakan sholat 5 waktu saat puasa.
Hukum pertama, jika seorang meninggalkan sholat saat berpuasa dengan alasan bahwa sholat adalah hal yang tidak wajib dikerjakan, maka dia bisa dianggap murtad dan puasanya otomatis batal.
Mengingat sholat adalah penentu status keislaman seseorang, maka orang yang sengaja tidak mengerjakan sholat karena diakuinya bukan perkara wajib, puasanya dianggap tidak sah.
Hukum kedua, jika orang meninggalkan sholat saat berpuasa disebabkan oleh rasa malas dan kelalaian, maka orang itu tetap muslim dan tidak membatalkan puasa.
Namun, perbuatan itu bisa merusak pahala ibadah puasanya. Puasa tetap sah, tetapi tidak diterima pahalanya sebab sholat adalah kunci dari segala ibadah.
Bagaimana pun, sholat adalah tiang agama dan puasa adalah benteng dari kemaksiatan, keduanya adalah kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap muslim. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia