SOLOBALAPAN.COM - Bulan suci Ramadhan, tidak hanya tentang menahan lapar, haus dan nafsu karena berpuasa. Melainkan juga melakukan berbagai keiatan khas ramadhan salah satunya ngabuburit.
Dalam budaya Indonesia, khususnya di kalangan yang menjalankan puasa, istilah "ngabuburit” menjadi populer saat Ramadhan tiba.
Dikutip dari jawapos, ngabuburit itu berasal dari bahasa sunda dari kalimat "ngalantung ngadagoan burit" yang artinya "bersantai sambil menunggu waktu sore".
Istilah ngabuburit ini ternyata udah dari tahun 1960-an, biasanya anak-anak kecil mengisi ngabuburit ini dengan mengaji dan Bersholawat Nabi di dalam masjid.
Awalnya, istilah ini hanya populer di daerah Jawa Barat, terutama di kalangan masyarakat Sunda, namun seiring berkembangnya teknologi, istilah ini berkembang ke berbagai daerah yang ada di Indonesia.
Namun saat ini, istilah ngabuburit sering dikaitkan oleh generasi muda sebagai kegiatan mencari jajanan di sore hari, mencari takjil atau nongkrong bareng teman.
Ngabuburit bukan sekedar aktivitas mengisi waktu menunggu berbuka puasa, namun juga memiliki makna dan tujuan yang mendalam.
Salah satu maknanya adalah sebagai wadah untuk meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan antar sesama.
Momen ngabuburit juga menjadi sarana untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, contohnya membaca Al-Quran, mengaji dan melakukan kegiatan ibadah lainnya.
Kegiatan ini adalah salah satu Upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan juga ketakwaan.
Dengan makna dan tujuan mendalam, maka ngabuburit bukan sekadar kegiatan mengisi waktu menunggu berbuka puasa. (mg9/nda)
Editor : Nindia Aprilia