SOLOBALAPAN.COM - Saat ini bermain game ML menjadi salah satu kebiasaan yang sulit dihilangkan jika sudah mengalami kecanduan.
Apalagi game ML bisa dilakukan bersama-sama, dalam artian bisa dilakukan berkelompok dan bukan hanya individu.
Maraknya game ML ini memicu berbagai pro kontra di kalangan masyarakat apalagi terkait hukum mengerjakannya saat puasa.
Dilansir dari antaranews, bermain game bisa saja menjadi salah satu hal yang haram saat berpuasa jika menimbulkan dampak negatif.
“Di antara permainan ini adalah catur, yaitu sebuah permainan olah batin, akal dan pikiran. Tidak diragukan lagi bahwa catur memiliki manfaat untuk hati dan akal. Namun, bila seseorang tersibukkan dengan permainan tersebut sampai melampaui manfaat yang semestinya, maka hukumnya makruh. Dan jika berdampak sampai kepada menggugurkan sebagian kewajiban, maka hukumnya menjadi haram.” (Mushtafa Ahmad Khan dkk, al-Fiqh al-Manhaji, juz. VIII h. 166), dikutip dari antaranews.
Mengingat saat ini sudah bermunculan berbagai dampak buruk akibat kecanduan mabar ML. bahkan beberapa diantaranya menganggu kehidupan sehari-hari.
Mereka yang kecanduan mabar ML akan melakukannya secara terus-menerus bahkan sampai melupakan waktu beribadah.
Diantara mereka juga menggunakan kata-kata umpatan untuk menyerang mental lawan saat mabar ML.
Jika hal tersebut masih dilakukan saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci ramadhan maka bisa jadi puasamu tersebut menjadi batal.
Selain itu, akan lebih dianjurkan untuk menjalankan berbagai aktifitas yang baik dan sesuai dengan jalan Allah SWT.
Dibanding harus bermalas-malasan di rumah sambil mabar ML yang pada dasarnya tidak akan menghasilkan apapun selain kecanduan untuk memainkannya secara terus menerus.
Orang dengan kecanduan ML akan mengabaikan kegiatan apapun yang harusnya ia jalankan saat bulan suci ramadhan.
Nah, jika kamu mengalami kegabutan saat puasa maka bisa jalankan ibadah lain yang lebih utama salah satunya membaca al-quran.
“Banyak sekali orang yang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali hanya lapar.” (HR. Ahmad), dikutip dari antaranews.
Maka dari itu, agar puasamu lebih bermanfaat maka kamu harus menjalankan berbagai hal kebaikan saat bulan suci ramadhan. (nda)
Editor : Nindia Aprilia