SOLOBALAPAN.COM - Rasa takut yang berlebihan atau fobia merupakan salah satu kondisi yang berkaitan dengan hal spesifik dan memicu reaksi fisik maupun psikologis penderitanya.
Bagi beberapa orang, musim hujan bisa terasa menyulitkan secara psikis. Sebab, hal-hal yang berhubungan dengan hujan bisa memicu timbulnya gejala fobia dan dapat mengganggu keseharian penderita tersebut.
Melansir dari klikdokter.com, ada beberapa jenis fobia hujan serta apa saja dampaknya terutama bagi kesehatan mental.
1. Ombrophobia
Fobia jenis ini merupakan rasa takut hingga tidak suka dengan hujan. Perasaan tidak nyaman ini juga diikuti dengan panik atau cemas yang berlebihan dan irasional.
Gejala ombrophobia bisa saja muncul ketika kehujanan atau gerimis, melihat awan mendung, bahkan mendengar ramalan cuaca hujan.
Respon yang muncul bisa beragam seperti menghindari perjalanan atau tidak mau beraktivitas diluar ruangan.
2. Astraphobia
Baca Juga: Review Jujur! Film Perjalanan Pembuktian Cinta Bikin Mewek Warga Solo, Gregetnya Kena Banget
Fobia ini merupakan perasaan takut terhadap petir dan guntur yang seringkali muncul ketika musim hujan.
Gejala astraphobia bisa muncul ketika mendengar atau melihat kilatan petir, berada pada situasi badai, bahkan hanya saat mendengar berita tentang petir.
Kecemasan dan ketakutan ini bisa saja berlebihan sehingga dapat menciptakan perasaan tidak aman meskipun ia berada di lokasi aman.
Selain itu, penderita astraphobia juga seringkali memilih mengisolasi diri ketika musim hujan.
3. Pluviophobia
Pluviophobia merupakan rasa takut terhadap genangan air hujan. Fobia ini kerap diikuti dengan rasa cemas terhadap genangan air hujan yang bisa membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Penderita akan merasa was-was dengan bayangan musibah seperti kecelakaan atau kemalangan saat berkendara.
4. Antlophobia
Jenis fobia ini merupakan rasa takut terhadap banjir. Gejalanya bisa muncul saat menyaksikan banjir, berita tentang banjir, atau bahkan hanya dengan melihat aliran deras di sungai yang meluap.
Kondisi seperti ini dapat memicu kecemasan yang berlebihan selama musim hujan serta perasaan khawatir dan terus-menerus memantau perkiraan cuaca.
5. Ancraophobia
Fobia terhadap angin kencang yang seringkali terjadi saat musim hujan. Gejala ancraophobia ini merupakan perasaan cemas yang berlebihan serta memiliki hubungan dengan suara angin kencang, berita, serta resiko yang mungkin terjadi dari bahaya angin kencang.
6. Lilapsophobia
Fobia terhadap tornado atau badai hebat ini juga dapat memicu ketakutan luar biasa dan cenderung irasional bagi si penderita.
Padahal, tornado tidak terjadi di semua tempat, meskipun tidak menutup kemungkinan terjadi.
Gejalanya timbul saat melihat gambar, berita, video, mendengar suara, atau kabar tentang tornado.
Selain dampaknya yang muncul, fobia ketika musim hujan tentu dapat mempengaruhi produktivitas harian.
Jika berlangsung terlalu lama, mungkin saja dapat memicu gejala gangguan mental lain seperti depresi, gangguan tidur, hingga gangguan kecemasan.
Ketika gejala diatas memasuki fase yang berat, terapi obat biasanya akan dilakukan oleh psikiater.
Pasalnya, masalah kesehatan mental yang serius membutuhkan perhatian yang tepat.
Ingatlah untuk mencari bantuan profesional untuk membantu proses penyembuhan ketika kamu sulit untuk mengatasinya sendiri. (mg10/nda)
Editor : Nindia Aprilia