SOLOBALAPAN.COM - Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) 2024 yang merupakan pameran mesin industri pakaian terbesar kembali digelar di Kota Solo, pada Kamis (29/2) hingga Sabtu (2/3).
Acara yang berlangsung di Hall Diamond Solo Convention Center diikuti 32 perusahaan industri tekstil dari Solo Raya dan kota besar lainnya.
IAPE adalah pameran yang menampilkan proses dan kebutuhan produksi pakaian dari hulu ke hilir. Mulai dari proses desain, produksi, hingga produk jadi.
Hal ini diterangkan oleh Ketua Penyelenggara IAPE, Bryan Whildan Arsaha.
"Tahun ini kami menggelar pelaksaanaan IAPE yang ke-9. Dimana dulu Solo adalah kota pembuka pertama," kata Bryan.
"Puluhan peserta berpartisipasi, terdiri dari penyedia mesin digital printing, garmen, sablon dan label, serta penyedia bahan tekstil lainnya," jelasnya.
IAPE menjadi ruang yang mempertemukan supplier dan distributor di bisnis apparel/pakaian.
Seperti penyedia mesin dan teknologi, yang dapat digunakan pengusaha pabrik garmen untuk memaksimalkan produksinya.
Bryan menyebut, pameran ini memang menyasar pelaku bisnis to bisnis (B2B).
Dengan tujuan, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas industri produksi pakaian dan turunannya.
"Melalui event di berbagai kota ini, diharapkan proses-proses bisnis industri ataupun teknologi terkini bisa digunakan untuk menghasilkan produk berkualitas," kata Bryan
"Serta memiliki kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri, hingga berdaya saing di skala internasional dengan melakukan ekspor," lanjutnya.
Lebih lanjut, Bryan menyebutkan, industri tekstil di Solo juga telah menunjukkan perkembangan signifikan.
Solo adalah kota yang menjadi barometer industri produksi pakaian. Sehingga diharapkan dapat menjaga eksistensi dan menggairahkan industri produksi pakaian lainnya.
Sementara itu, Lilik Setiawan selaku Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jateng mengapresiasi gelaran Indonesia Apparel Production Expo (IAPE) tahun ini.
Menurutnya, industri tekstil perlu didorong untuk meningkatkan kualitas produksinya.
Hal ini dilakukan supaya mereka mampu bertahan di tengah ketidakpastian geliat industri belakangan ini.
Selain itu, pihaknya turut berharap kontribusi pemerintah untuk lebih memperhatikan keberlangsungan industri tekstil.
"Pergerakan IAPE ini sangat bagus. Karena seperti diketahui, kondisi industri teksil sedang lesu," jelas Lilik.
"Inilah yang juga perlu kita suarakan bersama."
"Dengan harapan, regulasi-regulasi pemerintah bisa mendukung daya saing industri tekstil lokal juga," tukasnya. (ul/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro