SOLOBALAPAN.COM - Mangkunegaran makan-makan merupakan tempat yang disediakan Mangkoenegoro X sebagai wadah bagi UMKM di Solo.
Acara Mangkunegaran makan-makan ini akan berlangsung selama 3 hari berturut-turut dan diikuti oleh berbagai UMKM dan pelaku seni pertunjukan.
Pada hari sabtu sendiri akan ada masak dan makan serabi solo, penampilan pusat bahasa Mandarin UNS, Keroncong Alunan Semut Ireng, dan pesta kembang api yang diiringi dengan penampilan barongsai.
Aya (22) selaku pemegang alat musik biola mulai mengikuti keroncong alunan semut ireng sejak tahun 2022.
"Latihannya setiap hari Senin dan Kamis. Dan kami selalu unjuk kebolehan dalam acara-acara yang dia adakan di Mangkunegaran," ujar Aya (24/2).
Musik keroncong merupakan salah satu genre musik yang lahir karena adanya persilangan budaya Barat dan Timur.
Keroncong Alunan semut Ireng dihasilkan dari kolaborasi beberapa instrumen, seperti ukulele, gitar, flute, biola, selo, dan kontrabas.
"Anggotanya ada 8 dengan pemegang biola 2 orang, gitar, cak, cuk, Seto, bas dan flute. Instrument gitar di sini dimainkan dengan gaya kontrapuntis atau anti melodi" ujar Aya (24/2).
Keroncong Alunan semut Ireng dipimpin oleh SIJ KGPAA Mangkoenagoro X. Dengan alunan semut Ireng yang mempunyai 2 format yaitu aslen dan orkestra.
Pada penampilan ini alunan semut Ireng menampilkan keroncong alami yang dinyanyikan oleh 4 orang penyanyi.
Beberapa diantaranya yaitu 1 sinden laki-laki, 2 orang sinden wanita dewasa dan 1 sinden anak kecil.
Diketahui sinden kecil tersebut bernama Maura yang saai ini masih duduk di kelas 4 sekolah dasar.
"jika Ingin belajar keroncong Alunan semut Ireng silahkan datang langsung ke Mangkunegaran atau hubungi kami melalui DM atau kontak kami yang ada di Instagram," ujar Aya.
"Karena alunan keroncong semut Ireng ini bukan hanya diperuntukkan untuk abdi dalem, tapi orang luar dari Mangkunegaran juga diperbolehkan mengikutinya," lanjut Aya.
Acara Mangkunegaran makan-makan ini berlangsung dengan sangat meriah dan mendapatkan antusias dari masyarakat maupun pengunjung luar daerah, seperti dari Lampung, Kalimantan dan lain sebagainya. (Mg 7/nda)
Editor : Nindia Aprilia