SOLOBALAPAN.COM - Belakangan bullying atau perundungan kembali menjadi topik pembicaraan hangat.
Pasalnya, anak artis Vincent Rompies yang bernama Farrel Legolas Rompies diduga terseret dalam perkara kasus bullying ini.
Mirisnya, Legolas Rompies berposisi sebagai pihak yang melakukan perundungan tersebut.
Tidak sedikit warganet menganggap bahwa hal ini tidak lepas dari didikan Vincent Rompies sebagai orang tua.
Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk mempelajari berbagai cara dalam mendidik anak agar tidak terseret dalam kasus perundungan.
Dilansir dari KidsHealth pada Rabu (21/2), ada berbagai cara yang bisa diterapkan para orang tua agar anaknya tidak terlibat dalam perilaku bullying.
1. Pembentukan karakter mulai dari rumah
Anak anak cenderung meniru apa yang mereka lihat, karena itu sebagai orang tua harus memperhatikan apa yang dilakukan.
Tunjukkan contoh yang positif dan berkomunikasi secara terbuka saat ada masalah di dalam rumah.
Fokuskan untuk mengubah perilaku buruk yang dimiliki oleh anak.
2. Memberi edukasi bahwa bullying adalah tindakan yang tak baik
Beritahukan bahwa tindakan bullying itu merupakan tindakan yang tak baik, dan dapat membawa konsekuensi serius di rumah, di sekolah, maupun di masyarakat.
Cobalah untuk memahami alasan atas perilaku bullying pada anak.
Dalam beberapa kasus, anak melakukan bullying karena meraka sulit mengatur emosi.
3. Mengambil tindakan serius terhadap bullying
Pastikan anak-anak tahu bahwa aksi bullying tidak akan ditoleransi di rumah atau di tempat lain. Tetapkan aturan tentang bullying dan patuhi aturan itu.
Contoh tindakannya adalah mencabut hak Istimewa seperti melarang menggunakan telepon atau komputer untuk jangka waktu tertentu.
Hal tersebut bertujuan untuk memberi efek jera terhadap anak.
4. Ajari anak untuk memperlakukan orang lain dengan baik dan penuh rasa hormat
Ajarkan anak bahwa mencemooh terkait adanya perbedaan SARA, penampilan, kebutuhan khusus, gender dan status ekomoni adalah hal yang salah.
Cobalah untuk tanamkan rasa empati pada anak-anak terhadap orang-orang di lingkungan anak yang memiliki perbedaan.
5. Aktif berkomunikasi dengan pihak sekolah
Jika bullying terjadi di lingkungan sekolah, bekerjasamalah dengan pengurus yang ada di sekolah untuk meyusun rencana terkait tindakan yang dilakukan.
Jika anak mengetahui perilaku anak saat di sekolah, hal itu dapat membantu meningkatkan tanggung jawab mereka atas perilaku bullying yang dilakukan.
Itulah beberapa mendidik si jagoan agar tidak terseret dalam kasus bullying seperti yang menimpa anak artis. (mg9/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro