SOLOBALAPAN.COM - Hubungan sehat pastinya menjadi dambaan setiap orang, termasuk kawula muda di Kota Solo.
Lalu, bagaimana jika hal itu tak terwujud dan malah terjebak di dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship?
Hubungan tidak sehat masuk dalam sebuah lingkaran hubungan yang tidak sehat dan harus segera diatasi.
Namun, beberapa orang tak menyadari bahwa dirinya sendiri sedang ada di tengah hubungan yang tidak sehat.
Hubungan yang tidak sehat sendiri merupakan sebuah hubungan yang membuat seseorang yang terlibat di dalamnya merasa tak bahagia,
Orang yang terlibat di dalamnya tak jarang menjadi target kemarahan yang berujung pada tindakan kekerasan secara verbal, psikologis, maupun fisik.
Hubungan tak sehat atau toxic relationship merupakan sebuah situasi yang tak boleh dianggap sepele.
Jika hal ini dibiarkan, hubungan tak sehat yang tidak sehat bisa mempengaruhi kesehatan mental maupun fisik seseorang tanpa ia sadari.
Meskipun toxic relationship banyak dikaitkan dengan hubungan antar pasangan kekasih, hubungan ini juga bisa terjadi pada hubungan pertemanan bahkan hingga keluarga.
Kira-kira apa saja sih ciri-ciri toxic relationship dan bagaimana cara keluar dari hubungan yang tidak sehat tersebut?
Dilansir dari laman Siloam Hospitals, berikut ini beberapa ciri-ciri kamu berada di hubungan yang tak sehat:
1. Tak bisa jadi diri sendiri
Tanda keberadaan hubungan yang tidak sehat adalah kesulitan untuk tetap menjadi diri sendiri karena adanya pengendalian dari pihak lain.
Keadaan ini menyebabkan seseorang cenderung berperilaku tidak sesuai dengan dirinya sendiri, tetapi sesuai dengan harapan orang lain.
2. Selalu dikontrol
Dalam hubungan yang tidak sehat, akan ada salah satu pihak yang cenderung mendominasi dan berupaya mempertahankan kendali.
Contohnya, pasangan yang terus-menerus mengendalikan kehidupan sesuai dengan keinginannya, bahkan jika hal tersebut tidak sejalan dengan pandangan pasangannya.
Pihak yang mendominasi dalam situasi ini akan terus menggunakan kata-kata manipulatif atau melakukan tindakan yang membuat pasangan lain merasa terpaksa untuk tunduk padanya.
3. Tidak mendapat dukungan
Dalam hubungan asmara atau pertemanan yang tidak sehat, prestasi seseorang malah dianggap sebagai suatu bentuk persaingan.
Situasi ini mengakibatkan kurangnya saling dukung dan apresiasi antarindividu, dan sebaliknya, mereka justru bersaing secara tidak sehat.
4. Tidak mendapatkan kepercayaan
Dalam hubungan yang baik, seharusnya terdapat kepercayaan antar pasangan.
Namun, dalam hubungan yang tidak sehat, timbul rasa cemburu yang berlebihan (trust issue) pada salah satu pihak.
Hal itu dapat menyebabkan tindakan ekstrem seperti menyita handphone, memeriksa pesan di handphone, atau melarang pasangan untuk berinteraksi dengan orang lain, terutama lawan jenis.
5. Terlalu sering dibohongi
Kejujuran merupakan elemen kunci dalam hubungan yang sehat.
Apabila salah satu individu dalam hubungan tersebut seringkali berbohong dan terbukti menyembunyikan banyak informasi, dapat diindikasikan bahwa hubungan itu mungkin sudah tidak sehat atau beracun.
6. Mengalami kekerasan
Tindakan kekerasan, baik dalam bentuk verbal maupun nonverbal, merupakan perilaku yang tidak benar dan tidak dapat dibenarkan.
Jika menghadapi situasi tersebut dalam suatu hubungan, dapat dipastikan bahwa hubungan tersebut sudah tidak sehat.
7. Tak terjalin komunikasi dengan baik
Dalam hubungan yang tidak sehat, umumnya terjadi kesulitan dalam berkomunikasi di antara para pihak yang berada di dalamnya.
Proses komunikasi sering berujung pada pertengkaran, yang pada akhirnya menyebabkan rasa enggan untuk saling berbicara.
Hal ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam menemukan solusi dan akhirnya mengarah pada upaya menghindari interaksi satu sama lain.
Lalu jika kamu sudah terlanjur berada dalam toxic relationship dan ingin keluar darinya, kamu kiranya perlu menerapkan beberapa tips berikut:
- Menerima adanya masalah dalam hubungan tanpa terus-menerus menyangkal perasaan dan kenyataan yang sebenarnya.
- Meningkatkan penghargaan terhadap diri sendiri dan meyakinkan bahwa setiap individu berhak mendapatkan kebahagiaan dan kebebasan.
- Mengawali komunikasi yang sehat dengan saling pengertian dan menghindari perilaku kekerasan.
- Merencanakan langkah-langkah setelah berhasil keluar dari hubungan yang tidak sehat.
- Menetapkan tujuan untuk mencapai kemandirian, seperti mencari pekerjaan baru.
- Tidak ragu untuk berbicara dengan orang-orang terdekat.
- Menetapkan batasan terhadap individu-individu yang menjadi sumber toksisitas dalam hubungan tersebut.
- Mengalokasikan lebih banyak waktu untuk diri sendiri, termasuk melakukan perawatan diri dan meditasi.
- Meningkatkan interaksi dengan individu yang memberikan energi positif dan dapat menjadi dukungan saat menghadapi masalah dalam hubungan.
Tak bisa dipungkiri bahwa keluar dari hubungan yang tidak sehat itu memanglah sulit sekali apalagi jika hubungan yang sudah lama terjalin.
Namun, ingat dan percayalah bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan dan rasa aman dari pasangan maupun teman. (mg6/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro