SOLOBALAPAN.COM - Siapa sih yang tak tahu terminal tirtonadi? Terminal Tirtonadi merupakan terminal bus tipe A terbesar di Kota Solo. Terminal ini terletak di Kecamatan Banjarsari.
Terminal Tirtonadi beroperasi 24 jam, sebab merupakan jalur utama yang menghubungkan angkutan bus dari arah timur (Jawa Timur) dan angkutan bus dari arah barat (Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta).
Ternyata terminal ini mempunyai arti dan makna bagi orang Solo tempo doeloe.
Seperti informasi yang dilansir dari lama p2k.stekom.ac.id, tirtonadi ini menyiratkan sebuah Kawasan yang indah nan permai.
Sebab, sebutan itu melekat pada sebidang tanah luas yang dijadikan taman ketika Istana Mangkunegara menjalankan Pemerintahan.
Taman ini terletak di sisi selatan Sungai Kalipepe, di bagian utara Kota Solo.
Sebelumnya, tanah ini dimiliki oleh swapraja. Komposis keroncong Gesang mengangkat nama Tirtonadi dalam sebuah lagu karena keindahan dan kesejukan taman itu.
Sampai hari ini, masih sering mendengar bait "Tirtonadi yang permai, di tepi sungai" dari lagu itu.
Namun, ketika area itu berkembang menjadi pusat aktivitas transportasi dengan terminal bus, ruang publiknya semakin tertutup.
Nama Tirtonadi diabadikan menjadi terminal kelas A Tirtonadi untuk menghindari tenggelamnya sejarah tersebut.
Dengan adanya terminal itu, kondisi taman menjadi semakin kumuh dan tidak karuan. Di samping tanah itu, ada bangunan liar.
Hal ini dikarenakan lokasi itu juga digunakan oleh banyak penduduk untuk bisnis batu nisan. Ketika terminal berkembang, lingkungannya juga berkembang.
Penitipan kendaraan, penginapan, rumah makan, dan juga PSK kian muncul merebak yang mendukung aktivitas terminal.
Oleh karena itu saat ini kawasan terminal sudah tidak seindah namanya dalam lagu "Taman Tirtonadi".
Terminal bus Tirtonadi beroperasi sejak tahun 1975. Saat itu, ada sebuah lapangan dan pemukiman untuk orang tinggal di timur Taman Tirtonadi.
Lokasi ini digunakan sebagai terminal bus untuk menggantikan Terminal Bus Harjodaksino, yang kondisinya tidak dapat dikembangkan lagi.
Pada awalnya, pilihan lahan di lokasi itu cukup strategis. Ada di bagian utara kota Solo, dan berada di pinggiran kota.
Di lantai dua Terminal Tirtonadi ada Convention Hall dan Sport Hall. Gedung konvensi dengan kapasitas 3000 orang dan arena olahraga yang dapat digunakan untuk kegiatan olahraga komunitas di sekitar terminal tirtonadi.
Sekarang terminal Tirtonadi digunakan untuk kegiatan umum dan tidak hanya untuk penumpang otobus. Sejauh ini, beberapa acara telah diadakan di terminal Tirtonadi.
Jika kamu ke Solo naik bus, pasti berhentinya di Terminal Tirtonadi. Karena terminal ini merupakan terminal terbesar di Solo. (mg8/nda)
Editor : Nindia Aprilia