SOLOBALAPAN.COM - Solo dan Surakarta adalah dua nama penyebutan untuk satu Kota yang sudah tak asing lagi di telingan masyarakat.
Apalagi dua nama ini kerap disebut-sebut karena memiliki beragam pariwisata dan kuliner yang khas. Selain itu Solo juga dikenal dengan keramahannya.
Jika berkunjung ke Solo kamu pasti akan menemui banyak pedagang yang sangat raman dan murah senyum.
Keramahan inilah yang membuat orang-orang berkeinginan untuk tinggal dan menetap disana.
Namun, biasanya wisatawan yang berkunjung ke Solo akan dibuat bingung dengan dua nama yang berbeda antara Solo dan Surakarta.
Jadi yang bener nyebut kotanya Solo atau Surakarta ya? yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Dilansir dari Surakarta.go.id, Solo merupakan sebutan populer atau branding untuk Kota Surakarta. Tentunya nama ini lebih singkat dan mudah diingat masyarakat.
Nah, Surakarta sendiri merupakan nama resmi administratif untuk Kota Solo, biasanya digunakan untuk nama pemerintahan atau sekolah.
Maka dari itu sebenarnya Solo dan Surakarta itu merupakan hal yang sama dan dikenal oleh banyak orang.
Mulanya, kata Kota Solo sendiri diambil dari nama sebuah desa di Surakarta yaitu "Sala".
Desa tersebut dulunya merupakan Ibukota dari Kerajaan Mataram yang ada di Kota Surakarta pada zaman dahulu.
Kemudian setelah itu nama Kota Solo menjadi sangat populer di kalangan Pribumi maupun para Kolonial Belanda saat itu.
Hingga kolonial Belanda juga ikut untuk mengoreksi lafal penyebutan "Kota Solo" dalam pronounce bahasa inggris.
Penyebutan "Solo" dengan huruf "O" dibaca seperti saat mengucapkan kata "Lontong".
Dari situlah, kini Kota Surakarta kerap disebut dengan Kota Solo yang menjadi nama populernya.
Bahkan banyak fasilitas umum yang menggunakan nama ini, diantaranya Stasiun Solo Balapan sampai sungai Bengawan Solo. (nda)
Editor : Nindia Aprilia