SOLOBALAPAN.COM - Dalam rangka promosi film terbarunya, Aisyah Aqilah dan Raisya Bawazier datang ke Solo untuk berkunjung ke berbagai tempat salah satunya Radar Solo.
Dalam kesempatan ini Aisyah Aqilah dan Raisya Bawazier menceritakan pengalamannya saat shooting film, mulai dari latihan hingga dapatkan kebahagiaan disana.
Seperti yang diketahui, film "Ku Kejar Mimpi" akan tayang serentak di seluruh bioskop tanah air pada 21 Maret 2024. Mengangkat kehidupan tujuh remaja yang tinggal di pinggiran kota.
Dua di antaranya diperankan oleh Aisyah Aqilah dan Raisya Bawazier. Tujuh remaja ini memiliki mimpi yang sama, yakni menjadi pemandu sorak atau cheerleader profesional. Sayangnya, mimpi tersebut tak didukung orang tua.
“Mimpi (nama tokoh yang diperankan Aisyah) tinggal bersama teman-temannya di gang pinggiran kota. Sekolahnya kurang, belajarnya kurang, beda deh dengan kehidupan remaja di tengah kota,” ujar Aisyah saat berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Solo, Rabu (17/1).
Namun, tujuh remaja tersebut memiliki ambisi yang kuat meraihnya mimpinya. Jatuh-bangun, ditentang keluarga, penolakan lingkungan, dan sebagainya mereka hadapi.
Akhirnya, Mimpi dan kawan-kawannya bisa membuktikan kepada orang tua bahwa mereka mampu mewujudkan cita-citanya.
"Aku takut kepanjangan menjelaskan. Nanti jadi nggak seru nonton filmnya. Intinya seperti itu,” ujar Aisyah.
Dalam film Ku Kejar Mimpi, lanjut Aisyah, tokoh Mimpi adalah seorang remaja yang sangat ambisius. Karakternya keras. Artinya, apa keinginannya harus terwujud. “Tapi tentunya dalam konteks positif,” jelasnya.
Sementara itu, Raisya yang memerankan tokoh Siva, sahabat Mimpi, mengaku senang dan tertantang bisa beradu akting dalam film Ku Kejar Mimpi.
Mengingat, dia tidak memiliki basik sebagai cheer. “Ada sih (pernah sebagai pemandu sorak). Beberapa (gerakan dasar) masih diingat,” ucapnya.
Untuk memaksimal akting sebagai pemandu sorak, Aisyah dan Raisya mendapat waktu untuk berlatih khusus. Namun hanya selama dua pekan. “Yang ada badan ‘biru-biru’ setelah pulang latihan. Ternyata cheer tidak segampang yang dilihat,” ujar Raisya.
Selama dua minggu itu, Aisyah dan Raisya sangat tekun berlatih. Mereka dituntut melawan rasa takut jatuh dan ketinggian. “Kan dilempar-lempar gitu. Meskipun itu latihan basic, tetap saja, hah…..,” sambung Aisyah sembari memperlihatkan ekspresi kaget.
Film Ku Kejar Mimpi ini nyaris tak mengangkat kisah percintaan dua sejoli. Itu yang membuat Aisyah makin tertarik terlibat di dalamnya. Mengingat selama ini, dia lebih banyak bermain dalam film kisah percintaan.
“Tapi bukan berarti bosan ya. Di film Ku Kejar Mimpi ini lebih kuat ke persaudauraan, persahabatan, kekeluargaan. Adalah ‘api-apinya’ (kisah percintaan) dikit-dikit,” jelas Aisyah.
Selama membintangi film Ku Kejar Mimpi, Aisyah dan Raisya mengaku mendapat keluarga baru. Jadi bukan sekadar proyek pembuatan film, tapi ada keakraban dan pelajaran didalamnya.
“Semoga pesan-pesan positif dalam film Ku Kejar Mimpi tersampaikan dengan baik. Dapat dinikmati penonton. Ketawa bareng, happy bareng, dan yang penting semua tidak lelah mengejar mimpi,” papar Aisyah diamini Raisya. (wa/nda)
Editor : Nindia Aprilia