SOLOBALAPAN.COM - Mendongeng menjadi salah satu aktivitas yang bisa dilakukan orang tua bersama anak.
Kendati demikian, tidak sedikit orang tua yang menganggap kegiatan mendongeng kurang penting dan membuang-buang waktu saja.
Padahal, banyak sekali manfaat yang dapat diambil dari kegiatan mendongeng.
Sejumlah manfaat mendongeng ini disampaikan oleh seorang pendongeng asal Sukoharjo yang bernama Agus Widanarko.
Dijelaskannya, mendongeng bisa memacu psikologis anak mengenal baik dan buruk.
Selain itu, mendongeng disebutnya juga bisa menjadi rangsangan pada kecedasan anak.
"Mendongeng juga dapat merangsang kecerdasan anak," ungkap Agus seperti dikutip dari Radar Solo.
"Ini bisa meningkatkan kecerdasan otak karena mendengarkan dongeng menunjukkan aktivasi otak yang berlanjut."
"Mendongeng akan mengaktifkan kemampuan imajinasi anak dengan menggambarkan dalam pikiran kata-kata yang didengar saat kita mendongeng untuknya," bebernya.
Menurut Agus, mendongeng juga bisa menumbuhkan minat literasi sejak dini.
Hal positif lainnya bisa mengatasi anak dari kecanduan gadget.
Biasanya, mendongeng juga bisa dibarengi dengan membaca buku dongeng.
"Dengan mendongeng saya sampaikan sambil baca buku dongeng, walau sebenarnya sudah hapal," kata pria yang kerap disapa Danar itu.
"Nah nanti anak- anak yang mendengarkan akan melihat dan meniru untuk mengikuti baca buku."
"Apalagi kita lanjut dengan bagikan buku dongeng sambil di dalam dongeng kita sisipkan bahaya kecanduan lihat HP dan game," ungkapnya.
Mendongeng juga bisa sekalian mengajarkan adab tata krama dan berbahasa yang santun sejak dini.
“Contohnya, saat mendongeng saya sisipkan lagu bertema pelajaran tata krama," tuturnya.
Lebih lanjut, mendongeng dikatakannya juga bisa mengajarkan bagaimana hidup sehat pada anak.
"Semisal stop makan jajanan, jika sudah dihinggapi lalat. Trus stop jajanan snack yang warnanya mencolok dan stop makan pakai saus yang tidak higienis," bebernya.
Selain itu, mendongeng bisa melatih dan menambah kecerdasan anak, karena saat mendongeng sambil memasukkan dan menguji pengetahuan anak.
Misalnya, dongeng tentang Malin Kundang dan kisah-kisah cerita rakyat lainnya.
"Misalnya, saat Malin Kundang, ke kampung halaman naik kapal. Nah kita tanya sopir kapal namanya apa? dijawab nahkoda. Nah trus kita sisipkan pengetahuan lainnya," bebernya.
Selain itu, Danar juga berpendapat bahwa mendongeng bisa meningkatkan hubungan baik anak dan orang tuanya.
Hal ini bisa diwujudkan apabila orang tiua rajin melakukan kegiatan mendongeng bersama anak. (kwl/rei)
Editor : Reinaldo Suryo Negoro