SOLOBALAPAM.COM- Daging ayam dan udang merupakan dua sumber protein populer yang kerap menghiasi meja makan masyarakat Indonesia. Namun, bagi penderita atau mereka yang ingin menjaga kadar kolesterol tetap stabil, pilihan antara sumber protein unggas dan seafood ini sering kali memicu kebingungan.
Udang sering kali dicap buruk sebagai biang keladi lonjakan kolesterol, sementara daging ayam dianggap opsi yang jauh lebih aman. Lantas, bagaimana fakta medis dan nutrisi yang sebenarnya?
Baca Juga: Skandal Blackout Batam Rp 57,3 Miliar: Bareskrim Polri Tetapkan 5 Orang Tersangka
Profil Nutrisi: Mana yang Memiliki Kolesterol Lebih Tinggi?
Jika ditinjau dari kandungan kolesterol murni per porsinya, udang memang memiliki kadar kolesterol bawaan yang lebih tinggi dibanding daging ayam. Dalam 100 gram udang segar, terdapat sekitar 180 hingga 200 miligram kolesterol.
Sebagai pembanding, 100 gram dada ayam tanpa kulit hanya mengandung sekitar 85 miligram kolesterol. Jika hanya melihat angka kolesterol bawaan, daging ayam terlihat lebih unggul untuk menjaga kadar kolesterol darah.
Peran Kunci Lemak Jenuh dalam Darah
Meskipun udang tinggi akan kolesterol makanan (dietary cholesterol), para ahli gizi menekankan bahwa faktor utama yang memicu peningkatan kolesterol jahat (LDL) dalam darah bukanlah kolesterol bawaan makanan, melainkan kandungan lemak jenuh saturated fat).
Di sinilah udang memiliki keunggulan mendasar. Udang merupakan bahan makanan yang sangat rendah lemak jenuh hampir mendekati nol gram per porsi serta kaya akan asam lemak omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung.
Sebaliknya, daging ayam khususnya bagian paha, sayap, atau bagian yang masih tertutup kulit mengandung kadar lemak jenuh yang jauh lebih tinggi. Lemak jenuh inilah yang justru lebih aktif menstimulasi hati untuk memproduksi kolesterol jahat dalam tubuh.
Metode Pengolahan: Penentu Utama Keamanan Nutrisi
Risiko utama peningkatan kolesterol sering kali bukan berasal dari bahan dasarnya, melainkan dari cara memasaknya. Udang maupun daging ayam dapat berubah menjadi makanan pemicu kolesterol tinggi jika diolah secara keliru.
Pengolahan yang Perlu Dihindari: Menggoreng dengan metode deep frying, menggunakan minyak berulang, serta menambahkan santan kental, mentega, atau saus berbahan dasar krim tinggi lemak akan melonjakkan kadar lemak jenuh pada ayam maupun udang.
Pengolahan yang Disarankan: Memasak dengan cara direbus, dikukus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak sehat (seperti minyak zaitun atau minyak kanola) merupakan metode terbaik untuk mempertahankan manfaat nutrisinya tanpa merusak kadar kolesterol.
Baca Juga: Poster Jumanji: Open World Dirilis, Dunia Game Kini Masuk ke Kehidupan Nyata
Kesimpulan: Mana yang Lebih Aman?
Bagi penderita kolesterol tinggi, daging dada ayam tanpa kulit yang diolah tanpa gorengan tetap menjadi opsi paling aman dan stabil untuk dikonsumsi harian karena rendah kolesterol dan rendah lemak jenuh.
Meski demikian, udang tidak perlu dimusuhi secara berlebihan. Udang tetap aman dikonsumsi secara bijak dalam porsi moderat (tidak berlebihan) dan diolah tanpa minyak jenuh tinggi. Variasi konsumsi kedua bahan ini secara sehat justru dapat melengkapi kebutuhan protein serta asam lemak esensial bagi tubuh. (cindy amelia putri)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : solobalapan.com