SOLOBALAPAN.COM- Petai kerap kali dihindari sebagian orang karena aroma menyengat yang ditimbulkannya pada napas dan urine. Padahal, di balik baunya yang khas, bahan pangan lokal ini menyimpan deretan senyawa aktif dan antioksidan tinggi yang memiliki manfaat luar biasa untuk sistem kardiovaskular terutama dalam menjaga kelenturan dan kesehatan pembuluh darah.
Aroma tajam pada petai justru berasal dari kelompok senyawa organik kaya belerang yang menyimpan potensi medis tinggi saat masuk ke dalam sistem metabolisme tubuh.
Baca Juga: Resmi Dipolisikan! BEM UI Laporkan Kasus Dugaan Pengeroyokan Hafidz Hernanda ke Polda Metro Jaya
Peran Senyawa Thiol dan Antioksidan Pete untuk Pembuluh Darah
Mekanisme Senyawa Thiol
Aroma khas petai dihasilkan oleh turunan senyawa thiol dan cyclic polysulfides. Di dalam tubuh, senyawa organosulfur ini bekerja membantu merangsang produksi nitrik oksida pada dinding endotelium. Nitrik oksida berfungsi merelaksasi otot-otot pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah tinggi dapat terkontrol.
Perlindungan Antioksidan Flavonoid dan Polifenol
Petai kaya akan antioksidan alami yang efektif menetralkan radikal bebas. Antioksidan ini mencegah oksidasi kolesterol jahat (LDL) di dalam darah proses utama yang biasanya memicu terbentuknya plak atau penebalan pada dinding pembuluh darah (aterosklerosis).
Kandungan Kalium Tinggi untuk Keseimbangan Cairan
Selain kandungan fitokimianya, petai mengandung mineral kalium (potasium) yang cukup tinggi. Kalium bekerja membantu ginjal membuang kelebihan natrium (garam) melalui urine, sekaligus menurunkan ketegangan pada dinding pembuluh darah.
Manfaat Kesehatan Sistem Sirkulasi Darah
Menurunkan Risiko Hipertensi: Kombinasi efek vasodilatasi dari senyawa sulfur dan asupan kalium membantu menjaga tekanan darah tetap berada pada rentang normal.
Mencegah Penyumbatan Pembuluh Darah: Efek antiinflamasi dan antioksidan mencegah peradangan kronis pada pembuluh darah, mengurangi risiko terbentuknya gumpalan darah (thrombosis).
Mendukung Kesehatan Jantung: Beban kerja jantung menjadi lebih ringan ketika pembuluh darah dapat berdilatasi dengan baik dan aliran darah menuju seluruh jaringan tubuh berjalan optimal.
Tips Mengonsumsi Pete Agar Tetap Sehat dan Minim Bau
1.Konsumsi dalam Porsi Sedang: Cukup konsumsi 3–5 mata petai per porsi makan untuk mendapatkan manfaat nutrisinya tanpa membebani kerja ginjal akibat kadar asam urat atau purin alami.
2.Olah Ringan (Rebus atau Sangrai): Memasak petai secara singkat dengan cara direbus atau di-stew dapat mengurangi sebagian aroma tajam tanpa merusak kandungan antioksidan utamanya secara drastis.
Baca Juga: Selama Ini Nasi Jadi Andalan, Ternyata Jagung Layak Dilirik sebagai Sumber Karbohidrat
3.Pembersih Napas Alami: Setelah makan petai, konsumsi buah-buahan seperti apel, mentimun, atau minum teh hijau murni untuk membantu menetralkan sisa aroma senyawa sulfur di mulut. (cindy amelia putri)