SOLOBALAPAN.COM - Memulai program penurunan berat badan sering kali diidentikkan dengan biaya tinggi untuk membeli bahan makanan sehat impor atau suplemen olah raga mahal.
Namun, di tengah gempuran tren clean eating, bahan pangan tradisional khas Jawa Barat justru muncul sebagai alternatif ideal: oncom.
Produk fermentasi bernutrisi tinggi ini kerap dipandang sebelah mata sebagai makanan kelas dua, padahal menyimpan profil gizi luar biasa yang sangat mendukung diet penurunan berat badan (weight loss).
Proses fermentasi alami oleh jamur Neurospora sitophila (pada oncom merah) atau Rhizopus oligosporus (pada oncom hitam) mengubah bungkil kacang tanah, ampas tahu, atau ampas singkong menjadi bahan pangan kaya nutrisi dan mudah dicerna oleh tubuh.
Baca Juga: Bukan Soal Punya Segalanya, Ini yang Bikin Perempuan Punya Value
Para ahli gizi menilai, oncom memiliki kombinasi makronutrisi yang ideal bagi siapa saja yang ingin memangkas lemak tanpa kehilangan massa otot.
Kandungan serat pangan dalam oncom membantu memperlambat proses pencernaan di dalam lambung.
Ini menekan produksi hormon ghrelin (hormon pemicu rasa lapar) sehingga mencegah keinginan untuk meremil (mindless snacking) di luar jam makan.
Selain itu, protein yang terkandung dalam oncom sangat krusial bagi program diet, yakni untuk menjaga massa otot dan meningkatkan efek termik makanan (Thermic Effect of Food / TEF).
Baca Juga: KLIK DI SINI! Jadwal & Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Thailand Final FIFA ASEAN Cup 2026
Oncom menyajikan kadar protein nabati yang cukup tinggi dengan harga yang sangat ekonomis dibandingkan daging sapi atau dada ayam.
Karena berbasis bahan nabati dan hasil fermentasi, oncom secara alami bebas dari kolesterol dan memiliki densitas kalori yang relatif rendah.
Ini memudahkan penderita diet untuk mencapai kondisi defisit kalori harian.
Di sisi lain, proses fermentasi memecah senyawa kompleks menjadi rantai pendek peptida dan asam amino yang lebih mudah diserap usus.
Bakteri baik dan serat prebiotik di dalamnya juga menjaga kesehatan gut microbiota, yang terbukti berperan langsung dalam efisiensi metabolisme lemak.
Baca Juga: Dulu Cuma Camilan Bar Gratis, Kok Caviar Bisa Jadi Makanan Mewah?
Meski demikian, khasiat oncom untuk diet sering kali rusak akibat teknik memasak yang keliru.
Seperti digoreng dengan tepung tebal dan minyak berlebih.
Untuk mempertahankan nilai gizinya, sebaiknya tumis dengan sedikit minyak.
Gunakan 1 sendok teh minyak zaitun atau minyak kanola untuk menumis bumbu halus (bawang merah, bawang putih, cabai, dan kencur), lalu masukkan oncom yang sudah dihancurkan.
Selanjutnya, kombinasi oncom dengan sayuran kaya serat.
Baca Juga: SUGBK Bakal Membara! 67 Ribu Tiket Final Timnas Indonesia vs Thailand Resmi Sold Out
Padukan orak-arik oncom dengan leunca, daun kemangi, atau buncis. Kombinasi ini memperkaya cita rasa khas Nusantara sekaligus menambah kadar serat dan zat besi.
Oncom juga bisa dipanggang atau dikukus.
Oncom dapat dibumbui lengkap lalu dibungkus daun pisang untuk dikukus atau dipanggang (seperti pepes oncom).
Teknik ini menghasilkan hidangan beraroma kuat tanpa tambahan kalori dari minyak goreng.
Baca Juga: Dulu Cuma Camilan Bar Gratis, Kok Caviar Bisa Jadi Makanan Mewah?
Mengangkat kembali keberadaan oncom sebagai menu diet harian bukan hanya pilihan bijak bagi kesehatan fisik dan keuangan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap kekayaan kulinari herbal dan fermentasi lokal Nusantara. (cindy amelia putri)