Manfaat Mengonsumsi Permen Karet: Jaga Kesehatan Gigi hingga Mencegah Stress

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 18:33 WIB
Ilustrasi,manfaat mngunyah permen karet.(Google).
Ilustrasi,manfaat mngunyah permen karet. (Google)

SOLOBALAPAN.COM - Mengunyah permen karet sering kali diidentikkan dengan kebiasaan santai atau sekadar cara cepat untuk menyegarkan aroma mulut.

Namun di balik persepsi sederhana tersebut, sejumlah penelitian ilmiah menunjukkan bahwa permen karet khususnya varian bebas gula menyimpan berbagai dampak positif bagi kesehatan fisik maupun mental.

Dari menjaga kebersihan rongga mulut hingga membantu mengelola tingkat stress harian.

Baca Juga: Prediksi Line-Up Timnas Indonesia vs Bangladesh: Mitchell Baker Ujung Tombak, Ole Romeny Jenderal Lapangan!

1. Menjaga Kesehatan Gigi dan Rongga Mulut

Manfaat paling teruji secara klinis dari mengunyah permen karet bebas gula adalah kemampuannya melindungi gigi dari kerusakan.

Proses mengunyah meningkatkan aliran air liur di dalam mulut hingga beberapa kali lipat.

Air liur berperan penting dalam membersihkan sisa-sisa makanan dan menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri mulut.

Air liur mengandung kalsium dan fosfat yang membantu proses remineralisasi atau memperkuat lapisan email gigi yang menipis akibat paparan asam.

Permen karet bebas gula umumnya menggunakan pemanis alami seperti xylitol.

Senyawa ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans, yaitu penyebab utama plak dan karies gigi.

2. Mencegah Stres dan Mengurangi Kecemasan

Aktivitas fisik yang berulang seperti mengunyah ternyata memiliki dampak langsung terhadap sistem saraf pusat.

Studi psikologi menunjukkan bahwa mengunyah permen karet saat menghadapi situasi bertekanan dapat menurunkan kadar hormon kortisol (hormon stres) dalam tubuh.

Gerakan mengunyah merangsang gelombang otak tertentu yang memicu rasa tenang, mirip dengan efek relaksasi ringan.

Hal ini membuat permen karet sering dimanfaatkan oleh mahasiswa atau pekerja profesional saat menghadapi ujian dan tenggat waktu ketat.

3. Meningkatkan Konsentrasi, Fokus, dan Daya Ingat

Selain meredakan stres, mengunyah permen karet juga berkolaborasi positif dengan performa kognitif otak.

Gerakan otot rahang saat mengunyah meningkatkan sirkulasi darah dan pasokan oksigen ke otak, khususnya pada bagian yang mengatur kewaspadaan dan memori.

Bagi yang sering merasa kantuk di tengah jam kerja atau saat berkendara jarak jauh, mengunyah permen karet dapat menjadi stimulus fisik yang efektif untuk menjaga tubuh tetap terjaga dan fokus.

4. Membantu Sistem Pencernaan

Dampak mengunyah permen karet tidak berhenti di area mulut dan otak, melainkan berlanjut hingga ke saluran pencernaan.

Peningkatan produksi air liur saat mengunyah akan terdorong ke kerongkongan.

Air liur yang bersifat basa ini membantu menetralkan asam lambung yang naik dan mempercepat pembersihannya dari esophagus.

Bagi pasien pasca-operasi perut tertentu, dokter kerap merekomendasikan gum chewing untuk merangsang pergerakan usus agar sistem pencernaan kembali pulih lebih cepat.

Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan

Meskipun menawarkan banyak manfaat, para ahli kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap bijak dalam mengonsumsi permen karet.

Hindari permen karet berbahan gula biasa, karena justru dapat memicu karies dan kerusakan gigi.

Ingat juga, mengunyah terlalu lama atau terlalu sering dapat menyebabkan ketegangan pada sendi rahang (temporomandibular joint) atau memicu gangguan pencernaan ringan akibat pemanis buatan jika dikonsumsi dalam jumlah sangat besar.

Baca Juga: On This Day : Ada Apa di Tanggal 1 Oktober? Kumpulan Momen Historis Yang Bikin Kamu Geleng Geleng

Mengunyah permen karet bebas gula dalam batas wajar dapat menjadi langkah praktis, murah, dan menyenangkan untuk mendukung gaya hidup sehat sehari-hari. (cindy amelia putri)

Editor : Ferry Ardi Susanto
cindy amelia putri permen karet mengunyah pereda stress manfaat