Milk Tea Viral Terlihat Menyegarkan, Berapa Banyak Gula dalam Segelasnya?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 06:42 WIB
-
Bijak batasi sugar level dan topping demi kesehatan tubuh.

SOLOBALAPAN.COM – Es teh susu dengan berbagai pilihan rasa, warna, dan topping belakangan semakin mudah ditemukan. Ada yang memakai boba, cheese foam, puding, sampai berbagai sirup tambahan yang membuat satu gelas milk tea terlihat semakin menarik.

Rasanya memang sulit ditolak, apalagi ketika minuman tersebut muncul berseliweran di media sosial. Namun, di balik tampilan yang cantik dan rasa manisnya, ada satu hal yang sering luput diperhatikan saat membeli milk tea: berapa banyak gula yang masuk ke tubuh dalam satu gelas?

Pertanyaan ini kembali menjadi sorotan setelah pakar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) mengingatkan masyarakat agar lebih bijak mengonsumsi artisan milk tea. Menurut Dr. Widyatuti, satu porsi artisan milk tea di pasaran diperkirakan dapat menyumbang sekitar 70–100 persen dari batas konsumsi gula harian.

Baca Juga: Dulu Menganggap Mr. Incredible Tak Pernah Puas, Setelah Dewasa Kita Mulai Paham Alasannya

Batas Gula Harian Hanya 50 Gram

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan konsumsi gula maksimal 50 gram atau sekitar empat sendok makan per orang per hari. Batas tersebut mencakup konsumsi gula secara keseluruhan dalam sehari, bukan hanya gula yang ditambahkan ke dalam minuman.

Jika satu porsi artisan milk tea diperkirakan menyumbang 70–100 persen dari batas tersebut, berarti satu gelas saja berpotensi mengambil sebagian besar jatah gula harian seseorang.

Masalahnya, milk tea biasanya bukan satu-satunya sumber gula dalam sehari. Setelah minum segelas milk tea, seseorang masih mungkin mengonsumsi nasi dengan lauk tertentu, camilan, dessert, minuman kemasan, atau makanan lain yang juga mengandung gula.

Baca Juga: Sama-Sama Bernama Putu, Ternyata 3 Kue Tradisional Ini Punya Ciri Khas Berbeda

Karena itu, angka tersebut bukan berarti semua milk tea pasti mengandung 50 gram gula. Kandungannya bisa berbeda bergantung pada ukuran gelas, resep, tingkat kemanisan, susu atau krimer yang digunakan, hingga tambahan topping.

Bukan Cuma Gula, Ada Krimer dan Topping

Dalam artisan milk tea, persoalannya tidak berhenti pada gula. Dr. Widyatuti juga menyoroti penggunaan krimer olahan dan pemanis tambahan dalam minuman tersebut.

Topping pun perlu diperhatikan. Boba, cheese foam, dan puding dapat menambah kalori dalam satu gelas. Artinya, pilihan minuman yang awalnya hanya berupa teh dan susu bisa berubah menjadi sajian yang jauh lebih tinggi energi setelah ditambahkan berbagai pelengkap.

Baca Juga: Dulu Jadi Rebutan Bangsa Eropa: Khasiat Pala Simpan, Senjata Alami Lawan Bakteri Mulut

Selain itu, basis teh yang pekat membuat kandungan kafein juga perlu diperhitungkan. Menurut Widyatuti, konsumsi kafein berlebihan dapat memicu kecemasan, jantung berdebar, gangguan tidur, dan masalah pencernaan, terutama pada orang yang sensitif terhadap kafein.

Jadi, Harus Berhenti Minum Milk Tea?

Tidak harus. Peringatan tersebut lebih berkaitan dengan pola konsumsi, bukan larangan untuk menikmati minuman kekinian sama sekali.

Ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan ketika ingin membeli milk tea. Widyatuti menyarankan konsumen memilih tingkat kemanisan yang lebih rendah, misalnya less sugar 30 persen atau no sugar. Penggunaan susu rendah lemak atau susu nabati juga dapat dipertimbangkan dibandingkan krimer bubuk olahan maupun krimer kental manis.

Topping dengan kalori tinggi juga sebaiknya tidak selalu ditambahkan. Kalau tetap ingin memakai boba atau cheese foam, konsumsinya bisa ditempatkan sebagai pelengkap sesekali, bukan sesuatu yang harus ada setiap kali membeli milk tea.

Yang tidak kalah penting, milk tea sebaiknya diposisikan sebagai minuman sesekali, bukan sumber utama cairan sehari-hari. Untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh, air putih tetap menjadi pilihan utama.

Jadi, sebelum tergoda membeli milk tea hanya karena tampilannya sedang viral, mungkin ada satu pertanyaan sederhana yang bisa ikut dipikirkan: hari ini sudah berapa banyak gula yang kita konsumsi dari makanan dan minuman lain?

Sebab, yang perlu diperhatikan bukan hanya satu gelas milk tea, tetapi keseluruhan pola makan dalam satu hari.

Editor : Inayah Choirunisa
milk teh minuman gula