Magnesium vs Melatonin untuk Tidur, Apa Bedanya dan Mana yang Lebih Tepat?

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 14:11 WIB
Magnesium dan melatonin memiliki peran berbeda untuk membantu tidur nyenyak.
Magnesium dan melatonin memiliki peran berbeda untuk membantu tidur nyenyak.

SOLOBALAPAN.COM – Susah tidur sering bikin orang mencari berbagai cara supaya bisa lebih cepat terlelap. Selain memperbaiki rutinitas sebelum tidur, dua nama yang cukup sering muncul adalah magnesium dan melatonin.

Keduanya sama-sama dikaitkan dengan kualitas tidur, tetapi sebenarnya magnesium dan melatonin bukanlah hal yang sama. Cara kerjanya di dalam tubuh pun berbeda.

Lantas, apa perbedaan magnesium dan melatonin untuk tidur? Apakah salah satunya memang lebih cocok untuk membantu mengatasi masalah tidur?

Baca Juga: Di Luar Dugaan, Efek Sarung Bantal Skincare Ternyata Bisa Bikin Moisturizer Bekerja Maksimal

Magnesium Bukan Hormon Tidur

Magnesium merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi, termasuk fungsi saraf dan otot. Karena itu, magnesium sering ditemukan dalam produk suplemen yang dipasarkan untuk membantu relaksasi dan tidur.

Namun, bukti ilmiahnya ternyata masih belum konsisten.

Systematic review terbaru yang terbit pada 2026 menganalisis 12 uji klinis acak mengenai suplementasi magnesium pada orang dewasa dengan masalah tidur, insomnia, atau kualitas tidur yang buruk. Hasilnya beragam dan tingkat kepastian buktinya dinilai rendah hingga sangat rendah.

Peneliti menyimpulkan bahwa bukti saat ini belum mendukung penggunaan magnesium sebagai pengobatan rutin untuk insomnia. Meski begitu, magnesium mungkin memberikan manfaat sederhana pada beberapa aspek subjektif tidur pada sebagian orang.

Baca Juga: Jarang Ada yang Tahu, Bisakah Nyala Api Lilin Aromaterapi Mengubah Gelombang Otak Kita?

Artinya, bukan berarti magnesium tidak punya kaitan dengan tidur. Hanya saja, penelitian yang ada belum cukup konsisten untuk menjadikannya solusi pasti bagi insomnia.

Melatonin Bekerja Mengatur Waktu Tidur

Berbeda dari magnesium, melatonin merupakan hormon yang secara alami diproduksi otak sebagai respons terhadap kondisi gelap. Hormon ini membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh yang berkaitan dengan siklus tidur dan bangun.

Karena fungsi tersebut, suplemen melatonin lebih berkaitan dengan pengaturan waktu tidur.

Melatonin memiliki bukti penggunaan yang cukup relevan pada kondisi tertentu, misalnya jet lag dan gangguan fase tidur-bangun. Namun, untuk insomnia kronis, bukti manfaatnya belum cukup kuat sehingga sejumlah pedoman klinis tidak merekomendasikannya sebagai terapi rutin.

Jadi, melatonin juga bukan sekadar “obat tidur” yang bisa digunakan sembarangan setiap kali sulit terlelap.

Lalu, Mana yang Lebih Tepat?

Jawabannya bergantung pada masalah tidur yang dialami.

Kalau seseorang mengalami gangguan ritme tidur, seperti kesulitan menyesuaikan waktu tidur setelah bepergian melewati beberapa zona waktu, melatonin memang memiliki bukti penggunaan yang lebih jelas.

Sementara itu, magnesium lebih sering dibicarakan dalam konteks kecukupan mineral dan kemungkinan pengaruhnya terhadap kualitas tidur. Penelitian 2026 menunjukkan potensinya masih perlu diteliti lebih lanjut.

Ada pula penelitian 2024 yang menguji magnesium L-threonate pada 80 orang dewasa berusia 35–55 tahun dengan masalah tidur yang mereka rasakan sendiri. Setelah 21 hari, kelompok yang mengonsumsi magnesium tersebut menunjukkan sejumlah perbaikan dibandingkan kelompok plasebo. Namun, penelitian ini menggunakan jenis magnesium tertentu dan jumlah peserta yang relatif kecil, sehingga hasilnya tidak otomatis berlaku untuk semua suplemen magnesium.

Jangan Asal Mengonsumsi Suplemen

Perbedaan lain yang penting adalah keamanan. Magnesium dari suplemen dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan diare, mual, dan kram perut. Sementara itu, keamanan jangka panjang penggunaan melatonin juga belum sepenuhnya diketahui. Melatonin dapat berinteraksi dengan obat tertentu sehingga penggunaannya perlu diperhatikan.

Jadi, magnesium dan melatonin bukan dua produk yang bisa dibandingkan hanya dengan pertanyaan “mana yang lebih ampuh”.

Keduanya memiliki fungsi dan bukti penelitian yang berbeda. Kalau gangguan tidur berlangsung terus-menerus, mencari penyebabnya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan tetap lebih penting daripada langsung memilih suplemen berdasarkan tren di media sosial.

Editor : Inayah Choirunisa
melatonin magnesium tidur kualitas