Si Pahit Penakluk Kolesterol: Khasiat Tersembunyi Pare Untuk Kesehatan Tubuh

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:19 WIB
Manfaat pare untuk kesehatan tubuh.(Google).
Sayur pare tak sekadar pahit di lidah, namun juga berkhasiat bagi kesehatan tubuh. (Google)

SOLOBALAPAN.COM - Rasa pahit yang pekat pada pare kerap membuat sebagian orang enggan menyantap sayuran berkulit bintil ini.

Padahal, di balik cita rasanya yang ekstrem, pare menyimpan segudang zat aktif yang sangat ampuh membentengi tubuh dari ancaman penyakit kronis, terutama kolesterol tinggi dan gangguan metabolisme.

Tidak sekadar jadi pelengkap hidangan siomay atau tumisan dapur, pare kini semakin diminati sebagai bahan pangan fungsional penunjang kesehatan harian.

Baca Juga: Wingko Babat Semarang, Kuliner dengan Cita Rasa Kelapa yang Khas

Rasa pahit khas pada pare berasal dari senyawa fitokimia bernama momordisin dan charantin.

Senyawa ini bukan cuma memberi karakter rasa yang kuat, melainkan juga menjadi kunci utama khasiat medis pare.

Charantin dan Polipeptida-P bekerja menyerupai insulin alami untuk membantu menurunkan kadar gula dalam darah.

Pare juga mengandung senyawa fitosterol, yang memiliki struktur mirip kolesterol.

Sangat efektif menghambat penyerapan kolesterol jahat di dalam usus.

Serat larut air yang terkandung dalam pare membantu mengikat asam empedu dan lemak sebelum terserap ke dalam aliran darah.

Selain itu, kandungan vitamin C dan flavonoid berperan sebagai antioksidan kuat, yang melindungi pembuluh darah dari kerusakan oksidatif.

1. Menurunkan Kolesterol Jahat dan Trigliserida

Salah satu khasiat utama pare yang paling disorot dalam berbagai studi kesehatan adalah kemampuannya menekan kadar kolesterol LDL (kolesterol jahat).

Kandungan fitosterol dan serat larut dalam pare bekerja aktif mengurangi penyerapan lemak di saluran pencernaan, sekaligus mendorong pengeluaran kolesterol melalui proses ekskresi.

2. Mengontrol Kadar Gula Darah

Pare dikenal luas sebagai "insulin nabati".

Senyawa charantin dan polipeptida-p di dalamnya membantu merangsang pankreas untuk memproduksi insulin serta meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap glukosa.

Konsumsi pare secara teratur sangat baik untuk mencegah risiko diabetes tipe 2.

Baca Juga: Mie Ayam Jakarta Dibilang Mirip Bakmi, Ini Bedanya dengan Racikan Mie Ayam Jawa

3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Dengan terkontrolnya kadar kolesterol dan gula darah, beban kerja jantung menjadi lebih ringan.

Efek antioksidan dari pare juga mencegah penumpukan plak (aterosklerosis) pada dinding pembuluh darah, sehingga aliran darah tetap lancar dan risiko tekanan darah tinggi maupun stroke dapat ditekan.

4. Melancarkan Pencernaan dan Detoksifikasi Alami

Kandungan serat yang tinggi pada pare membantu melancarkan pergerakan usus dan mencegah sembelit.

Selain itu, sifat diuretik ringan pada pare membantu proses pembersihan racun (detoksifikasi) di organ hati secara alami.

Untuk mengurangi rasa pahit tanpa merusak kandungan nutrisinya, bisa mencoba beberapa langkah sederhana sebelum memasak pare.

Baca Juga: Wingko Babat Semarang, Kuliner dengan Cita Rasa Kelapa yang Khas

Pertama-tama, buang biji dan selaput putih. 

Belah pare menjadi dua bagian, lalu kerok habis bagian biji dan selaput putih di dalamnya sampai bersih.

Selanjutnya, remas dengan garam. Iris pare tipis-tipis, taburi garam dapur secukupnya, lalu remas-remas lembut hingga layu dan mengeluarkan air pahitnya. Baru setelah itu bilas dengan air bersih sebelum dimasak.

Rebus irisan pare sebentar dalam air mendidih yang diberi sedikit garam atau perasan jeruk nipis selama 1–2 menit, lalu tiriskan. Pare siap untuk disantap. (cindy amelia putri)

Editor : Ferry Ardi Susanto
cindy amelia putri manfaat khasiat sayuran pare