SOLOBALAPAN.COM – Keracunan makanan biasanya identik dengan mual, muntah, sakit perut, atau diare. Namun, kasus seorang siswi SMK asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, membuat banyak orang bertanya-tanya setelah ia dilaporkan mengalami gangguan ingatan usai diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Siswi berinisial F tersebut dilaporkan mengalami kondisi serius setelah menyantap menu MBG pada Agustus 2026. Keluarga menyebut kemampuan mengingatnya menurun drastis hingga sekitar 70 persen. Ia juga dilaporkan sempat mengalami muntah, tidak sadarkan diri, dan beberapa kali kejang.
Lantas, kok bisa keracunan makanan sampai berkaitan dengan hilang ingatan?
Baca Juga: Bahaya Abu Vulkanik Bagi Tubuh,dan Cara Membersihkannya
Keracunan Makanan Ternyata Bisa Memengaruhi Otak
Menurut dokter spesialis saraf Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), gangguan memori yang berlangsung lebih lama setelah keracunan dapat berkaitan dengan ensefalopati toksik akibat infeksi maupun toksin.
Sederhananya, kondisi tersebut terjadi ketika fungsi otak terganggu akibat paparan zat beracun atau proses infeksi tertentu.
Prof. Yuda menjelaskan kepada JawaPos.com bahwa beberapa kuman dapat menghasilkan toksin yang berpengaruh terhadap fungsi otak. Salah satu contohnya adalah kuman penyebab tifoid yang dapat menyebar melalui makanan tercemar dan berpotensi menimbulkan gangguan memori maupun perilaku.
Baca Juga: Pulang Kuliah atau Kerja Rasanya Remuk, Padahal Seharian Cuma Duduk. Kok Bisa?
Namun, hal tersebut tidak berarti setiap orang yang mengalami keracunan makanan akan kehilangan ingatan.
Pada kasus siswi asal Karo tersebut pun penyebab gangguan memorinya belum dapat langsung disimpulkan. Menurut Prof. Yuda, kuman atau toksin yang menjadi penyebab masih perlu dieksplorasi berdasarkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan pasien.
Bagaimana Kuman dari Makanan Bisa Mengganggu Sistem Saraf?
Makanan yang tercemar dapat membawa berbagai mikroorganisme atau zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme tersebut.
Dalam kondisi tertentu, infeksi atau toksin yang masuk ke tubuh tidak hanya menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan. Dampaknya dapat meluas hingga memengaruhi sistem saraf.
Ketika otak ikut terdampak, gejalanya bisa berbeda dari keracunan makanan yang biasanya dikenal masyarakat.
Seseorang dapat mengalami kebingungan, perubahan perilaku, gangguan kesadaran, kejang, hingga gangguan fungsi memori.
Inilah sebabnya kondisi keracunan yang disertai gejala neurologis membutuhkan perhatian lebih. Gangguan ingatan bukan gejala yang umum terjadi pada keracunan makanan biasa, sehingga penyebabnya perlu diperiksa lebih lanjut.
Baca Juga: 5 Penyakit Akibat Kabut Asap yang Perlu Diwaspadai, Jangan Anggap Sepele
Bukan Berarti Semua Keracunan Bisa Bikin Amnesia
Bagian ini penting.
Munculnya gangguan ingatan setelah seseorang mengalami keracunan tidak otomatis membuktikan bahwa makanan tersebut secara langsung menyebabkan amnesia.
Ada banyak kemungkinan yang perlu diperiksa, termasuk jenis kuman atau toksin yang masuk ke tubuh, tingkat keparahan infeksi, kondisi saraf, hingga komplikasi lain yang dialami pasien.
Karena itu, kasus siswi SMK di Karo tidak bisa dijadikan kesimpulan bahwa setiap orang yang mengalami keracunan makanan akan mengalami kehilangan ingatan.
Bahkan, Prof. Yuda menekankan perlunya mengeksplorasi kuman penyebab pada kasus tersebut sebelum menarik kesimpulan mengenai hubungan keracunan dan gangguan memori.
Waspadai Keracunan yang Disertai Gejala Aneh
Keracunan makanan memang sering kali hanya menimbulkan keluhan pada pencernaan dan membaik setelah mendapatkan penanganan yang sesuai.
Namun, masyarakat perlu lebih waspada ketika keluhan tersebut disertai gejala yang menunjukkan adanya gangguan pada sistem saraf.
Misalnya, seseorang tiba-tiba mengalami kejang, kehilangan kesadaran, kebingungan berat, perubahan perilaku yang tidak biasa, atau tidak lagi mengenali orang-orang di sekitarnya.
Kondisi seperti itu tidak sebaiknya dianggap sebagai keracunan biasa.
Pertolongan medis diperlukan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, terutama jika gejala muncul setelah mengonsumsi makanan yang diduga tercemar.
Jadi, Kok Keracunan Bisa Berkaitan dengan Hilang Ingatan?
Jawabannya, pada kondisi tertentu memang bisa terjadi gangguan fungsi otak akibat infeksi atau toksin, tetapi mekanismenya tidak sesederhana “makanan beracun lalu ingatan hilang”.
Kuman tertentu dapat menghasilkan toksin yang memengaruhi otak, sementara infeksi yang berat juga dapat mengganggu sistem saraf.
Namun, penyebab pasti gangguan ingatan pada seseorang tetap membutuhkan pemeriksaan medis. Urutan waktu antara makan makanan tertentu dan munculnya gangguan ingatan saja belum cukup untuk membuktikan penyebabnya.
Kasus siswi SMK di Karo menjadi pengingat bahwa keracunan makanan bukan hanya soal sakit perut atau muntah. Dalam kondisi tertentu, dampaknya dapat menjadi lebih serius dan melibatkan sistem saraf.
Karena itu, ketika keracunan disertai gejala seperti kejang, penurunan kesadaran, kebingungan, atau perubahan kemampuan mengingat, jangan dianggap sebagai keluhan biasa. Segera cari pertolongan medis untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan penanganan yang tepat.
Editor : Inayah Choirunisa