Penanganan Darurat Keracunan MBG Sidoarjo: Pemkab Siagakan 3 Rumah Sakit dan Evaluasi SPPG

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 09:04 WIB
P
Kronologi keracunan massal MBG di Tanggulangin Sidoarjo: Gejala mual muncul usai Asar, ratusan santri dievakuasi ke RSUD Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Pihak ponpes pertegas makanan dari katering luar. (Dok. JawaPos.com)

SOLOBALAPAN.COMPemerintah Kabupaten Sidoarjo mengerahkan tiga rumah sakit daerah dan swasta untuk mengoptimalkan penanganan medis darurat terhadap sekitar 300 santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam yang mengalami keracunan massal pada Selasa (1/9/2026).

Insiden kesehatan berskala besar ini menjadi perhatian serius otoritas Pemkab Sidoarjo karena melibatkan ratusan pelajar. Penanganan difokuskan pada pemberian pertolongan medis secara cepat sekaligus mengisolasi sumber masalah untuk memastikan bahwa katering luar penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertanggung jawab atas kelayakan standar makanan yang didistribusikan ke lembaga pendidikan.

Baca Juga: Viral Video Guru SD Lapor Temuan Peluru Senapan Angin di Dalam Potongan Daging pada Menu MBG

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak pesantren, paket makanan MBG tiba dari SPPG pada pukul 11.30 WIB dan dikonsumsi serentak oleh para santri saat jam makan siang pukul 13.00 WIB.

Kondisi awal berlangsung normal hingga para santri melaksanakan ibadah salat Asar. Namun, ketika jam pelajaran dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, gelombang santri mulai mengeluhkan pusing, mual hebat, hingga harus bolak-balik ke kamar mandi. Dalam waktu kurang dari setengah jam, fasilitas UKS pesantren tidak mampu lagi menampung jumlah korban yang terus membludak, sehingga pengurus segera mendistribusikan pasien ke fasilitas penanganan yang lebih memadai.

Baca Juga: 353 Siswa di Karo Keracunan Program MBG, Sudaryono Ketua BGN Beri Peringatan Keras dan Buka Opsi Jalur Hukum

Bupati Sidoarjo Subandi turun langsung ke lokasi pemulihan di RSUD Notopuro Sidoarjo untuk memastikan seluruh korban tertangani tanpa kendala biaya maupun fasilitas. Pemerintah daerah mengonfirmasi bahwa seluruh santri telah menerima perawatan intensif di RSUD Notopuro, RSI Siti Hajar, dan RS Delta Surya. Di sisi lain, Ketua Asrama Putra Ferdiansyah menegaskan bahwa santapan tersebut murni berasal dari pihak katering SPPG dan bukan hasil olahan dapur internal pesantren.

Saat ini, kondisi mayoritas santri dilaporkan mulai membaik dan sebagian besar telah diperbolehkan kembali ke asrama pesantren secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo bersama dinas terkait berencana melakukan peninjauan ulang dan pengujian sampel makanan dari katering SPPG guna mengusut penyebab pasti keracunan serta mencegah kejadian serupa terulang pada program MBG mendatang. (angelyna fransiska meia)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
angelyna fransiska meia pondok pesantren makanan bergizi gratis Keracunan Makanan Bergizi Gratis sidoarjo