5 Penyakit Akibat Kabut Asap yang Perlu Diwaspadai, Jangan Anggap Sepele

tim solobalapan • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 18:33 WIB
Asap membumbung tinggi di langit Dhaka, usai pengunjuk rasa membakar museum mantan pemimpin Sheikh Hasina Senin (5/8/2024).
Lima penyakit dan gangguan yang perlu diwaspadai serta cara mengurangi paparan asap. 

SOLOBALAPAN.COM – Kabut asap bukan hanya mengganggu penglihatan, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan. Partikel dari asap dapat masuk ke saluran pernapasan hingga paru-paru, terutama ketika seseorang terpapar dalam waktu lama atau kualitas udara memburuk.

Kementerian Kesehatan menyebut paparan asap dapat menyebabkan maupun memperburuk sejumlah gangguan kesehatan. Berikut lima penyakit atau gangguan yang perlu diwaspadai saat kabut asap melanda.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Drama Korea Kriminal Komedi Paling Seru Untuk Mengisi Waktu Luangmu

1. ISPA

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu gangguan yang perlu diperhatikan saat terjadi paparan asap. Keluhannya dapat berupa batuk, pilek, sakit tenggorokan hingga gangguan pernapasan. Namun, keluhan tersebut tidak otomatis menunjukkan seseorang mengalami ISPA.

2. Asma

Bagi penderita asma, paparan kabut asap dapat memicu atau memperburuk gejala. Karena itu, aktivitas di luar ruangan sebaiknya dikurangi ketika kualitas udara memburuk, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat asma.

Baca Juga: Dua Anak Luka Bakar dalam Kebakaran Rumah Pengrajin Kursi Busa di Pajang

3. Bronkitis dan PPOK

Paparan asap juga perlu diwaspadai penderita penyakit paru kronis, termasuk bronkitis kronis dan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Asap dapat memperburuk gangguan pernapasan yang sudah dialami sebelumnya.

4. Pneumonia atau Infeksi Paru

Paparan asap dapat mengganggu saluran pernapasan dan mekanisme pertahanan tubuh terhadap infeksi. Pneumonia atau infeksi paru dapat menjadi perhatian dalam situasi paparan asap, meski keluhan pernapasan perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya.

5. Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Dampak kabut asap tidak hanya berkaitan dengan paru-paru. Paparan polusi udara juga dapat meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke, terutama pada kelompok yang rentan.

Gejala yang perlu diperhatikan antara lain batuk, sesak napas, tenggorokan teriritasi, mata merah atau berair, hidung berair, sakit kepala, mudah lelah hingga napas terasa berat. Asap juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata, hidung dan tenggorokan.

Baca Juga: Darurat Kebakaran Hutan! Presiden Prabowo Tunjuk Petinggi TNI-Polri Tangani Karhutla di Kalimantan

Anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita asma, PPOK atau penyakit paru kronis, serta penderita penyakit jantung termasuk kelompok yang perlu mendapat perlindungan lebih. Begitu pula orang yang harus banyak beraktivitas di luar ruangan.

Untuk mengurangi paparan, batasi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara buruk, gunakan masker atau respirator yang sesuai, serta tutup pintu dan jendela. Tetap cukupi kebutuhan cairan dan pastikan obat rutin bagi penderita penyakit kronis tersedia sesuai anjuran dokter.

Jika muncul sesak napas berat atau gangguan kesehatan serius, segera cari pertolongan medis. Paparan asap setiap orang dapat memberikan dampak berbeda sehingga keluhan yang menetap atau memburuk sebaiknya tidak diabaikan. (monique millania s)

Editor : Kabun Triyatno
monique millania s kabut asap penyakit paru-paru asma kesehatan