SOLOBALAPAN.COM - Air hangat sering dianggap sebagai salah satu penyebab kulit wajah menjadi kering. Anggapan ini membuat sebagian orang memilih mencuci muka dengan air dingin karena dinilai lebih aman untuk menjaga kelembapan kulit.
Namun, benarkah air hangat selalu buruk untuk wajah? Ternyata, yang perlu diperhatikan bukan sekadar penggunaan air hangat, melainkan suhu air dan cara mencuci wajah. Air suam-suam kuku justru dapat menjadi bagian dari rutinitas membersihkan wajah jika digunakan dengan tepat.
Bukan Air Hangat yang Perlu Dihindari
Masih banyak yang menyamakan air hangat dengan air panas. Padahal, keduanya memberikan efek yang berbeda pada kulit.
Air yang terlalu panas dapat membuat kulit kehilangan minyak alaminya sehingga wajah terasa lebih kering. Sementara itu, air hangat cenderung lebih nyaman digunakan untuk membilas wajah.
Baca Juga: Burgundy atau Maroon? Kenali Perbedaan Dua Warna yang Sering Bikin Keliru
Karena itu, jika ingin mencuci muka dengan air hangat, pastikan suhunya tidak terlalu tinggi. Air seharusnya terasa nyaman di kulit dan tidak sampai membuat wajah terasa panas atau perih.
Membantu Mengangkat Minyak dan Kotoran
Air hangat dapat membantu proses membersihkan wajah dari minyak, debu, dan sisa kotoran yang menempel di permukaan kulit. Dengan begitu, penggunaan facial wash dapat dilakukan tanpa harus menggosok wajah terlalu keras.
Meski begitu, air hangat bukan berarti dapat menggantikan sabun pembersih wajah. Tetap gunakan facial wash yang sesuai dengan kebutuhan kulit agar proses pembersihan berlangsung dengan baik.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-29, Kylie Jenner Tampil Memesona dengan Gaya Serba Pink
Wajah Terasa Lebih Nyaman Setelah Dibersihkan
Selain membantu proses pembersihan, penggunaan air dengan suhu yang nyaman dapat membuat wajah terasa lebih segar setelah dicuci. Kulit juga bisa terasa lebih lembut ketika sisa minyak dan kotoran sudah terangkat.
Namun, kondisi kulit setiap orang berbeda. Jika setelah mencuci wajah kulit terasa tertarik, kering, atau tidak nyaman, bisa jadi suhu air terlalu tinggi atau produk pembersih yang digunakan kurang cocok.
Setelah wajah dibersihkan, rutinitas skincare dapat dilanjutkan seperti biasa. Serum dan pelembap bisa digunakan setelah mencuci muka untuk membantu menjaga kondisi kulit.
Baca Juga: Saat Belanja Jadi Cara Memanjakan Diri, Kenali Bedanya Self Reward dan Self Sabotage
Jangan Gunakan Air yang Terlalu Panas
Hal yang paling penting adalah menghindari air dengan suhu terlalu panas. Paparan panas berlebihan dapat mengurangi minyak alami yang membantu menjaga lapisan pelindung kulit.
Akibatnya, wajah bisa terasa lebih kering, tertarik, bahkan lebih mudah mengalami iritasi. Jadi, jangan menjadikan air panas sebagai cara untuk mendapatkan wajah yang terasa lebih bersih.
Begini Cara Mencuci Wajah yang Tepat
Jika ingin menggunakan air hangat, pilih air suam-suam kuku. Basahi wajah, kemudian gunakan facial wash secukupnya dan pijat secara lembut tanpa menggosok kulit terlalu kuat.
Baca Juga: Saat Belanja Jadi Cara Memanjakan Diri, Kenali Bedanya Self Reward dan Self Sabotage
Setelah itu, bilas hingga tidak ada sisa produk yang tertinggal. Wajah kemudian dapat dikeringkan dengan menepuk-nepuknya secara perlahan menggunakan handuk bersih, lalu lanjutkan dengan pelembap.
Cuci muka dengan air hangat tidak otomatis membuat kulit menjadi kering. Kuncinya ada pada suhu air, durasi penggunaan, produk pembersih yang dipakai, serta kondisi kulit masing-masing. Air suam-suam kuku bisa digunakan sebagai bagian dari rutinitas membersihkan wajah. (Anmer Jilvandis)
Editor : Adi Pras