Make-up Ternyata Punya “Umur” Setelah Dibuka, Kenali Kode Kedaluwarsa Pada Kemasannya

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Ilustrasi Usia Make up. (AI Generated)
Ilustrasi Usia Make up. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM – Ada satu kebiasaan yang mungkin dilakukan banyak orang: membeli make-up, membukanya, lalu menyimpannya kembali untuk digunakan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Selama produk masih terlihat baik, rasanya tidak ada alasan untuk membuangnya.

Padahal, make-up memiliki masa pakai yang perlu diperhatikan setelah kemasannya dibuka.

Bukan hanya tanggal kedaluwarsa yang tertera pada kemasan.

Beberapa produk kosmetik juga memiliki tanda khusus yang menunjukkan berapa lama produk sebaiknya digunakan setelah pertama kali dibuka.

Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-29, Kylie Jenner Tampil Memesona dengan Gaya Serba Pink

Tanda tersebut biasanya berupa gambar wadah terbuka dengan angka dan huruf “M”, misalnya “6M”, “12M”, atau “24M”.

Simbol itu dikenal sebagai Period After Opening (PAO) atau masa penggunaan setelah kemasan dibuka.

Angka tersebut menunjukkan jumlah bulan produk direkomendasikan untuk digunakan setelah pertama kali dibuka.

Baca Juga: Mengaku “Gus” Bisa Hilangkan Guna-guna, Pria di Boyolali Tipu Ibu-ibu Rp105,3 Juta

Artinya, tulisan “12M” bukan berarti makeup dapat digunakan selama 12 bulan sejak tanggal pembelian.

Hitungannya dimulai sejak produk pertama kali dibuka.

Misalnya, sebuah foundation memiliki tanda “12M” dan pertama kali dibuka pada Januari.

Maka, masa penggunaan yang tercantum pada simbol tersebut mengarah hingga sekitar 12 bulan setelah pembukaan pertama.

Begitu kemasan kosmetik dibuka, produk mulai lebih sering bersentuhan dengan udara, tangan, aplikator, dan lingkungan sekitar.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang kontaminasi mikroorganisme, terutama jika produk digunakan berulang kali dan tidak disimpan dengan baik.

Uni Eropa menjelaskan bahwa bahan pengawet dalam kosmetik digunakan antara lain untuk membantu mencegah atau mengurangi pertumbuhan mikroorganisme serta memperpanjang masa simpan produk.

Baca Juga: Kabar Bahagia untuk Bobotoh! Sengketa Robert Rene Alberts Tuntas, Persib Bandung Resmi Bebas dari Sanksi FIFA Registration Ban

Namun, keberadaan bahan pengawet bukan berarti make-up dapat digunakan tanpa batas.

Cara penggunaan dan penyimpanan tetap memiliki peran penting dalam menjaga keamanan serta kualitas produk.

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap semua produk makeup memiliki batas penggunaan yang sama.

Padahal, setiap produk dapat memiliki ketentuan berbeda.

Foundation cair, maskara, lip product, bedak, eyeshadow, dan produk lainnya memiliki karakteristik formula serta cara penggunaan yang berbeda.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan angka yang pernah dibaca di internet.

Produk yang digunakan di sekitar mata menjadi salah satu kategori yang patut mendapatkan perhatian lebih.

Maskara misalnya, digunakan berulang kali dengan aplikator yang keluar-masuk dari kemasan.

Kondisi tersebut membuat produk bersentuhan dengan lingkungan dan area mata secara berulang.

FDA memasukkan maskara, eyeliner, eyeshadow, foundation, blush, dan lipstik sebagai produk makeup yang termasuk dalam kategori kosmetik.

Produk kosmetik harus aman ketika digunakan sesuai petunjuk pada label dan penggunaan yang semestinya.

Baca Juga: Bukan Sekadar di Dapur, Begini Peran Perempuan di Balik Perjuangan Kemerdekaan Indonesia

Karena itu, ketika sebuah produk mulai berubah bau, warna, tekstur, atau menimbulkan sensasi yang tidak biasa, jangan memaksakan diri untuk terus menggunakannya hanya karena isinya masih banyak.

Ada kalanya tanda bahwa makeup sudah tidak layak digunakan tidak hanya terlihat dari tanggal.

Perubahan aroma, warna, tekstur, pemisahan formula, atau kondisi produk yang terlihat tidak normal dapat menjadi alasan untuk berhenti menggunakannya.

Prinsip sederhananya adalah jangan mempertahankan kosmetik hanya karena merasa sayang membuangnya.

Terlebih jika produk sudah melewati masa penggunaan setelah dibuka yang tercantum pada kemasan.

Jawabannya bukan sekadar “setelah sekian bulan”.

Perhatikan tiga hal: tanggal kedaluwarsa atau ketahanan produk, simbol PAO setelah dibuka, serta kondisi fisik produk.

Jika salah satunya sudah menunjukkan bahwa produk tidak lagi layak digunakan, sebaiknya jangan mengambil risiko.

Make-up memang dibuat untuk mempercantik penampilan.

Tetapi setelah kemasan dibuka, produk tersebut juga memiliki “jam” penggunaan yang berjalan.

Jadi, sebelum kembali mengambil makeup lama dari laci, coba lihat kemasannya.

Bisa jadi yang selama ini terlihat seperti koleksi makeup ternyata sudah waktunya masuk tempat sampah. (Siti Putri Lestari)

Editor : Ferry Ardi Susanto
kemasan simbol make up kedaluwarsa