KESEHATAN : Usia Bertambah, Tubuh Tetap Bugar: Pentingnya Rutin Senam

Siti Putri Lestari • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 09:35 WIB
Ilustrasi Walau umur sudah tua tetapi tetap berolahraga. (AI Generated)
Ilustrasi Walau umur sudah tua tetapi tetap berolahraga. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Menua adalah kepastian. Namun, kehilangan kemampuan untuk bergerak bebas bukan sesuatu yang harus diterima begitu saja. Kebiasaan aktif sejak sekarang dapat menjadi salah satu investasi sederhana untuk menjaga tubuh tetap kuat dan luwes di masa tua. Suara musik mulai terdengar. Beberapa orang berdiri, mengangkat kedua tangan, menggerakkan bahu, menekuk lutut, lalu mengikuti irama secara perlahan. Tidak ada gerakan yang terlalu rumit. Tidak harus menjadi atlet. Yang terpenting adalah tubuh bergerak.

Pemandangan seperti ini mungkin terlihat sederhana dalam kegiatan senam bersama. Namun, di balik gerakan yang tampak ringan tersebut, terdapat manfaat yang penting bagi tubuh, terutama ketika usia terus bertambah.

Kementerian Kesehatan RI menyebut aktivitas fisik dapat membantu menjaga kelenturan dan relaksasi otot, kebugaran tubuh, serta kesehatan jantung pada lansia. Latihan kelenturan seperti peregangan juga membantu tubuh bergerak melalui ruang gerak sendi secara lebih maksimal.

Artinya, senam bukan hanya tentang berkeringat atau membakar kalori. Ada sesuatu yang lebih penting yaitu mempertahankan kemampuan tubuh untuk tetap bergerak.

Baca Juga: Jejak Kelam Kereta Api Era Pendudukan Jepang di Tanah Air

Tubuh yang Fleksibel Tidak Terbentuk dalam Sehari

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan. Massa dan kekuatan otot dapat menurun, kemampuan koordinasi dapat berkurang, dan keseimbangan tubuh bisa ikut terdampak.

Jika tubuh semakin jarang digunakan untuk bergerak, kemampuan fisik pun berisiko ikut menurun.

Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa aktivitas fisik pada usia lanjut dapat membantu menjaga kelenturan tubuh sekaligus mencegah atau menunda gangguan koordinasi dan keseimbangan yang berkaitan dengan proses penuaan. Aktivitas fisik juga dapat membantu mempertahankan kemandirian lansia dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Karena itu, menjaga kelenturan sebaiknya tidak baru dimulai ketika seseorang memasuki usia 60 atau 70 tahun. Tubuh yang ingin tetap lentur di hari tua perlu dilatih sejak hari ini.

Senam dan Keseimbangan: Dua Hal yang Saling Berkaitan

Keseimbangan mungkin sering baru terasa penting ketika seseorang mulai kesulitan berdiri dengan stabil, naik tangga, atau berjalan di permukaan yang tidak rata.

Padahal, keseimbangan merupakan bagian penting dari kemampuan seseorang untuk bergerak secara aman.

WHO merekomendasikan orang berusia 65 tahun ke atas untuk memasukkan aktivitas fisik yang menekankan keseimbangan fungsional dan latihan kekuatan ke dalam rutinitas mingguannya. Bagi lansia dengan mobilitas yang buruk, latihan untuk meningkatkan keseimbangan dan mencegah jatuh dianjurkan dilakukan setidaknya tiga hari dalam seminggu.

Baca Juga: Buntut Viral Video Bianglala Sekaten: Wali Kota Solo Lempar Kelakar, Pengelola Bakal Dampingi Pihak Terekam Lapor Polisi

Hal tersebut menunjukkan bahwa olahraga pada usia lanjut bukan berarti harus berhenti bergerak karena takut cedera. Justru sebaliknya, aktivitas yang sesuai kondisi tubuh diperlukan untuk mempertahankan kemampuan bergerak.

Kementerian Kesehatan juga menyebut latihan keseimbangan dapat membantu tubuh tetap stabil dan mengurangi risiko terjatuh saat berjalan maupun melakukan aktivitas lainnya. Bentuknya dapat berupa latihan berdiri dengan satu kaki atau berjalan jinjit, tentunya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.

Tidak Perlu Menunggu Tua untuk Mulai

Salah satu kekeliruan yang sering terjadi adalah menganggap olahraga sebagai sesuatu yang baru penting ketika berat badan bertambah atau ketika tubuh mulai mengalami keluhan.

Padahal, olahraga seharusnya menjadi kebiasaan sebelum masalah datang.

WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas fisik aerobik intensitas sedang selama 150–300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas tinggi selama 75–150 menit. Aktivitas penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari dalam seminggu. Untuk kelompok usia 65 tahun ke atas, latihan keseimbangan dan kekuatan mendapat perhatian tambahan untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh dan mencegah jatuh.

Angka tersebut bukan berarti seseorang harus langsung berolahraga berat.

Aktivitas fisik bisa dimulai dari hal-hal sederhana: berjalan kaki, senam ringan, peregangan, bersepeda santai, berenang, atau aktivitas lain yang sesuai kemampuan.

Kementerian Kesehatan juga mencantumkan senam lansia dan senam aerobik rendah dampak sebagai pilihan aktivitas yang dapat dilakukan pada usia lanjut. Program latihan dapat dikombinasikan dengan latihan kekuatan, keseimbangan, dan fleksibilitas.

Jadi, persoalannya bukan apakah kita mampu melakukan olahraga yang berat, tetapi Apakah kita mau menyediakan waktu untuk tetap bergerak.

Senam Bukan Perlombaan

Olahraga sering kali dipahami sebagai aktivitas yang harus membuat tubuh kelelahan. Padahal, olahraga yang baik bukan tentang siapa yang paling cepat, paling kuat, atau paling banyak berkeringat.

Terutama pada usia lanjut, aktivitas fisik harus disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan tubuh.

WHO menyarankan agar aktivitas fisik dimulai dari jumlah yang kecil dan ditingkatkan secara bertahap. Jenis aktivitas juga dapat disesuaikan dengan kondisi fisik seseorang dan, bila diperlukan, dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan.

Kementerian Kesehatan pun mengingatkan agar lansia tidak memaksakan diri ketika berolahraga. Pemanasan perlu dilakukan sebelum latihan, sementara munculnya keluhan seperti pusing, keringat dingin, nyeri dada, sesak, atau nyeri sendi akut menjadi alasan untuk menghentikan aktivitas dan berkonsultasi dengan dokter. Dengan kata lain, tujuan senam bukan membuat tubuh menyerah karena lelah. Tujuannya adalah membuat tubuh tetap mampu bergerak.

Investasi yang Sering Dianggap Sepele

Kita sering mempersiapkan banyak hal untuk masa depan: tabungan, rumah, pendidikan, bahkan rencana perjalanan. Namun, ada satu investasi yang kadang terlupakan dan kemampuan tubuh untuk tetap mandiri.

National Institute on Aging menjelaskan bahwa aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi fisik orang lanjut usia sehingga mereka lebih mudah melakukan aktivitas sehari-hari, seperti bangun dari kursi, bergerak di sekitar rumah, dan menjalankan pekerjaan rumah. Aktivitas fisik juga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan kemandirian. Di titik inilah olahraga memiliki makna yang lebih luas.

Senam hari ini mungkin hanya berlangsung 20 atau 30 menit. Gerakannya mungkin terlihat sederhana. Namun, kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kekuatan, fleksibilitas, keseimbangan, dan kemampuan menjalani kehidupan secara mandiri di masa mendatang. Sebab, menjadi tua bukan alasan untuk berhenti bergerak. Justru, semakin bertambah usia, semakin penting tubuh diberi kesempatan untuk tetap bergerak.

Menjaga Tubuh Hari Ini untuk Masa Tua Nanti

Pada akhirnya, senam bukanlah obat ajaib yang dapat menghentikan proses penuaan. Tidak ada satu jenis olahraga yang bisa menjamin seseorang terbebas dari seluruh masalah kesehatan ketika tua.

Namun, bukti dan rekomendasi kesehatan menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur merupakan bagian penting dari penuaan yang sehat. WHO menekankan bahwa aktivitas fisik pada orang lanjut usia dapat mendukung mobilitas, keseimbangan, fungsi tubuh, serta membantu mencegah jatuh. Maka, tidak perlu menunggu rambut memutih untuk mulai memperhatikan tubuh.

Baca Juga: Jejak Kelam Kereta Api Era Pendudukan Jepang di Tanah Air

Mulailah dari gerakan sederhana. Luangkan waktu untuk berjalan. Lakukan peregangan. Ikuti senam yang sesuai kemampuan. Kurangi kebiasaan duduk terlalu lama. Dan yang paling penting, lakukan secara konsisten. Karena masa tua yang sehat bukan hanya tentang berapa panjang usia yang kita jalani. Lebih dari itu, tentang seberapa baik kita masih mampu menjalani hari-hari tersebut dan berdiri tanpa takut jatuh, berjalan tanpa terlalu bergantung pada orang lain, dan menggerakkan tubuh dengan lebih leluasa. Bergerak hari ini adalah salah satu cara mempersiapkan tubuh untuk tetap bergerak esok hari. (Siti Putri Lestari)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
senam Siti putri lestari bugar sehat olahraga