SOLOBALAPAN.COM - Saat waktu memasak tinggal sebentar atau isi kulkas mulai kosong, telur, tempe, atau tahu sering menjadi penyelamat. Bahannya mudah ditemukan, cara mengolahnya tidak rumit, dan rasanya pun sudah akrab di lidah banyak orang.
Karena terlalu dekat dengan keseharian, lauk-lauk itu kerap dipandang sebelah mata. Padahal, di balik kesederhanaannya tersimpan protein, zat gizi yang dibutuhkan tubuh setiap hari untuk membantu membangun dan memperbaiki jaringan, menjaga massa otot, serta mendukung berbagai fungsi tubuh.
Meski begitu, saat membahas makanan tinggi protein, perhatian sering kali langsung tertuju pada dada ayam, salmon, atau susu tinggi protein. Tidak sedikit yang menganggap pilihan tersebut lebih bergizi dibandingkan lauk yang sudah lama ada di meja makan.
Baca Juga: Lusyana Jelita Kecelakaan Di Wonogiri Sepulang Dari Kendal, Akui Masih Trauma
Padahal, memenuhi kebutuhan protein tidak harus selalu bergantung pada bahan makanan yang mahal. Banyak pilihan yang mudah dijumpai di pasar, warung sayur, bahkan mungkin sudah tersedia di dapur.
Telur menjadi salah satunya. Direbus, diceplok, atau dibuat dadar, bahan makanan ini selalu mudah diolah ketika waktu terbatas. Selain praktis, telur juga menjadi sumber protein yang baik untuk melengkapi menu sehari-hari.
Hal yang sama berlaku pada tempe dan tahu. Selama ini keduanya lebih dikenal sebagai lauk yang ramah di kantong. Padahal, menurut Kementerian Kesehatan, setiap 100 gram tempe mengandung sekitar 20 gram protein.
Baca Juga: Ketika Jam Tangan Lebih Mengenal Tubuh Kita: Teknologi Yang Mengubah Cara Berolahraga
Tempe juga melalui proses fermentasi yang membantu tubuh menyerap gizinya dengan lebih baik, sedangkan tahu menjadi pilihan protein nabati yang tidak kalah bermanfaat.
Kalau ingin menikmati lauk dari ikan, kembung juga layak dipertimbangkan. Popularitasnya memang kalah dibandingkan salmon, tetapi kandungan proteinnya tetap baik. Ikan ini juga kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak.
Dada ayam tetap menjadi pilihan yang baik, terutama bagi mereka yang sedang menjaga pola makan atau rutin berolahraga.
Baca Juga: Sering Dianggap Benar, Ternyata Banyak Kebiasaan Skincare yang Masih Keliru
Namun, bukan berarti kebutuhan protein harus selalu dipenuhi dari satu jenis bahan pangan. Semakin beragam sumber protein yang dikonsumsi, semakin beragam pula zat gizi yang diterima tubuh.
Pilihan lain juga tidak kalah menarik. Edamame bisa menjadi camilan yang mengenyangkan karena mengandung protein dan serat. Kacang merah pun dapat melengkapi menu harian, baik sebagai sup maupun campuran berbagai hidangan.
Pada akhirnya, makan sehat tidak selalu berarti mengganti seluruh isi keranjang belanja. Sering kali, yang dibutuhkan hanya melihat kembali bahan pangan yang sudah lama akrab di dapur.
Telur, tempe, tahu, ikan kembung, hingga kacang-kacangan dapat menjadi sumber protein yang baik jika dipadukan dengan sayur, buah, dan karbohidrat dalam porsi yang seimbang. (Rahma Azra Calista)
Editor : Adi Pras