Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Ajarkan Anak Tidur Sendiri, Ini Tips dan Manfaat untuk Tumbuh Kembangnya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Sabtu, 11 April 2026 | 13:46 WIB
ILUSTRASI
ILUSTRASI 

BOYOLALI, SOLOBALAPAN.COM – Mengajarkan anak tidur sendiri seringkali menjadi tantangan bagi banyak orang tua.

Proses ini membutuhkan kesabaran dan konsistensi, namun di balik itu terdapat manfaat besar bagi tumbuh kembang anak.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Boyolali, Waluyo Jati, menegaskan bahwa kebiasaan tidur mandiri bukan sekadar soal kenyamanan orang tua, melainkan bagian penting dalam membentuk karakter anak.

Baca Juga: Sempat Buron, Pelaku Pembacokan Semanggi Akhirnya Menyerahkan Diri

“Ini adalah investasi bagi kemandirian dan kepercayaan diri anak,” ujarnya.

Menurutnya, langkah awal yang bisa dilakukan adalah membangun rutinitas sebelum tidur. Misalnya, membiasakan anak mandi air hangat, membaca buku cerita, serta menidurkan anak pada jam yang sama setiap malam.

Namun, perubahan tidak bisa dilakukan secara tiba-tiba. Anak yang terbiasa ditemani hingga tertidur perlu melalui proses bertahap.

“Kunci utamanya konsistensi. Jangan langsung meninggalkan anak, tetapi beri rasa aman bahwa orang tua tetap ada di dekatnya,” jelasnya.

Baca Juga: Persebi Boyolali Lolos ke Liga 4 Nasional Usai PSIS Rembang Terkena Sanksi

Selain itu, menciptakan suasana kamar yang nyaman juga penting. Orang tua dapat melibatkan anak dalam memilih dekorasi kamar, seperti motif sprei, warna bantal, hingga hiasan dinding agar anak merasa memiliki ruang tidurnya sendiri.

Untuk anak yang masih takut tidur sendiri, penggunaan lampu tidur redup atau lampu proyeksi dapat membantu menciptakan rasa aman. Orang tua juga disarankan memahami alasan di balik penolakan anak, apakah karena takut gelap, imajinasi, atau faktor lain.

Mengajarkan anak tidur sendiri memiliki banyak manfaat. Selain melatih kemandirian dan kepercayaan diri, anak juga akan memiliki kualitas tidur yang lebih baik karena minim gangguan.

Lebih dari itu, anak belajar mengelola emosi dan membedakan antara ketakutan nyata dan imajinasi, seperti rasa takut terhadap gelap atau “monster”.

Meski demikian, orang tua tetap perlu memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kesiapan yang berbeda.

Baca Juga: Perpres 79 Tahun 2025 Sudah Diteken Prabowo, Kenapa Kenaikan Gaji PNS Belum Juga Ada Hilalnya? Menkeu Purbaya Merapa ke Istana!

“Jangan dipaksakan jika anak belum siap. Pendekatan harus disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing anak,” tegas Waluyo.

Dengan pendekatan yang tepat dan penuh kesabaran, anak dapat belajar tidur mandiri secara bertahap. Kebiasaan ini bukan hanya membantu orang tua, tetapi juga menjadi bekal penting bagi perkembangan emosional anak di masa depan. (fid/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#anak tidur sendiri #kepercayaan diri anak #lampu tidur #kesabaran #konsistensi