Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

BUKAN UNTUK DIHIRUP! Mengenal Whip Pink yang Viral Pasca Kematian Tragis Selebgram Lula Lahfah, Produk Kuliner yang Disalahgunakan Demi Sensasi "High"

Damianus Bram • Selasa, 27 Januari 2026 | 11:20 WIB
Whip Pink belakangan tengah ramai disorot hingga dapat julukan Gas Taw.
Whip Pink belakangan tengah ramai disorot hingga dapat julukan Gas Taw.

SOLOBALAPAN.COM – Nama Whip Pink mendadak jadi sorotan tajam netizen setelah dikait-kaitkan dengan kematian tragis selebgram Lula Lahfah.

Produk yang sejatinya diperuntukkan bagi dunia kuliner ini, kini disorot tajam karena kandungan Nitrous Oxide (N2O) di dalamnya kerap disalahgunakan untuk sensasi "nge-fly".

Lantas, apa sebenarnya Whip Pink itu? Mengapa gas yang legal dijual bebas ini bisa memicu henti jantung hingga kerusakan saraf permanen? Simak ulasan tuntasnya di sini.

Apa Itu Whip Pink Sebenarnya?

Baca Juga: Sosok Jasmine Wiljono, Selebgram yang Dituding Terlibat Jaringan Whip Pink, Akun Medsos Jadi Sorotan Netizen

Whip Pink adalah produk penunjang kuliner yang berisi gas Nitrous Oxide (N2O) bertekanan tinggi.

Di dunia dapur profesional, produk ini dikenal sebagai propelan yang berfungsi mendorong dan mengembangkan krim cair menjadi whipped cream yang lembut.

Penting untuk dicatat: Whip Pink bukan berisi krim, melainkan tabung gas (charger) yang hanya boleh digunakan sesuai fungsi aslinya sebagai alat bantu memasak, bukan untuk dihirup langsung.

Apa Itu Nitrous Oxide?

Dikutip dari Cleveland Clinic, nitrous oxide, atau yang dikenal sebagai laughing gas adalah obat penenang kerja pendek.

Gas ini tidak berwarna, berbau sedikit manis, dan dalam dunia medis digunakan secara terbatas, terutama pada prosedur medis dan gigi.

Nitrous oxide bekerja dengan memperlambat sistem saraf pusat sehingga menimbulkan rasa tenang, rileks, dan euforia.

Dalam praktik medis, gas ini selalu dikombinasikan dengan oksigen dan diberikan dalam dosis terukur.

Masalah muncul ketika gas tersebut dihirup tanpa pengawasan medis dan tanpa suplai oksigen yang memadai.

"Menghirup nitrous oxide menimbulkan efek cepat seperti pusing dan gangguan koordinasi, tetapi efeknya singkat," ujar Bryan Baskin, dokter IGD di Cleveland Clinic.

Sensasi rileks yang dicari pengguna biasanya hanya bertahan beberapa detik hingga menit. Namun di balik efek singkat itu, risikonya tidak sepele.

Penyalahgunaan nitrous oxide dapat meningkatkan risiko pingsan, gangguan irama jantung, penurunan fungsi motorik, hingga kekurangan oksigen dalam tubuh.

Penggunaan berulang juga dikaitkan dengan defisiensi vitamin B12, yang dapat memicu gangguan saraf, kelemahan otot, kesemutan, hingga gangguan keseimbangan. Dalam beberapa kasus, kerusakan saraf bisa bersifat permanen.

Nitrous oxide memang tidak menimbulkan ketergantungan fisik seperti narkotika berat.

Namun sensasi euforia yang cepat hilang sering mendorong penggunaan berulang dalam waktu singkat, yang justru memperbesar risiko kesehatan.

Bahaya "Gas Tawa" (Nitrous Oxide) Bagi Tubuh

Dalam dunia medis, N2O dikenal sebagai "gas tawa" yang digunakan sebagai obat penenang jangka pendek (anestesi).

Namun, dokter spesialis jantung, dr. Vito Damay, memperingatkan bahwa penggunaan tanpa kontrol medis sangat berisiko bagi sistem kardiovaskular.

Respons BNN: "Legal Bukan Berarti Aman"

Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, menegaskan bahwa tren penyalahgunaan produk rumah tangga seperti Whip Pink untuk mencari efek euforia adalah fenomena berbahaya yang harus dihentikan.

"Bukan soal satu merek atau satu produk. Zat apa pun berbahaya jika disalahgunakan. Nitrous oxide dan inhalan lain bukan untuk masuk paru-paru. Literasi yang sehat adalah memahami fungsi asli produk dan tidak menormalisasi tren berbahaya," tegas Suyudi melalui keterangannya, Selasa (27/1/2026). (dam)

Editor : Damianus Bram
#bnn #lula lahfah #nitrous oxide #Bahaya whip pink #N2O #whip pink