Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Nyeri Sendi Datang Tiba-tiba? Asam Urat Diam-diam Mengintai Lansia, Ini Gejala dan Cara Ampuh Mencegahnya

Iwan Kawul • Jumat, 9 Januari 2026 | 12:46 WIB

 

Ilustrasi orang terkena asam urat.
Ilustrasi orang terkena asam urat.

SOLOBALAPAN.COM - Nyeri mendadak di persendian, kaki terasa panas, hingga sulit berjalan kerap dialami para lansia.

Kondisi ini sering dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan.

Padahal, keluhan tersebut bisa menjadi tanda asam urat yang tidak terkontrol dan berpotensi menurunkan kualitas hidup jika dibiarkan.

Di balik rasa ngilu yang menusuk, terdapat gangguan metabolisme yang membuat kadar asam urat dalam darah meningkat dan memicu peradangan sendi.

Apa Itu Asam Urat dan Mengapa Berbahaya bagi Lansia?

Kepala Puskesmas Sukoharjo Kota, dr. Kunari Mahanani, menjelaskan bahwa asam urat merupakan zat sisa dari pemecahan purin di dalam tubuh.

Dalam kondisi normal, zat ini akan dibuang melalui urine.

Namun, ketika jumlahnya berlebihan atau fungsi ginjal menurun, asam urat menumpuk di dalam darah dan memicu kondisi hiperurisemia.

“Hiperurisemia bisa memicu terbentuknya kristal asam urat yang tajam di persendian. Kristal ini menimbulkan peradangan, nyeri hebat, dan pada kasus tertentu bisa merusak sendi secara perlahan,” ujar dr. Kunari saat ditemui di Puskesmas Sukoharjo Kota.

Pada lansia, kondisi ini lebih berisiko karena penurunan fungsi organ dan adanya penyakit penyerta.

Penyebab Asam Urat Naik yang Sering Tak Disadari

Menurut dr. Kunari, faktor pemicu meningkatnya kadar asam urat cukup beragam.

Faktor genetik memang berperan, namun gaya hidup dan pola makan menjadi penyebab utama yang bisa dikendalikan.

Konsumsi makanan tinggi purin seperti jeroan, sarden, dan daging merah secara berlebihan, kebiasaan minum alkohol—terutama bir—serta obesitas, disebut memperbesar risiko.

Selain itu, gangguan ginjal dan penggunaan obat tertentu seperti diuretik, antihipertensi, dan aspirin juga dapat memicu kenaikan asam urat.

Gejala Asam Urat yang Paling Sering Dialami Lansia

Asam urat umumnya menyerang sendi secara tiba-tiba.

Gejala paling khas adalah nyeri hebat, sering kali bermula dari sendi ibu jari kaki. Rasa sakit digambarkan seperti terbakar, disertai pembengkakan, kemerahan, dan sensasi panas.

Pada fase akut, sendi bisa menjadi sangat kaku hingga membatasi gerak dan aktivitas harian lansia.

Cara Dokter Menegakkan Diagnosis Asam Urat

Untuk memastikan diagnosis, tenaga medis akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat tanda peradangan.

Tes darah digunakan untuk mengukur kadar asam urat, sementara pemeriksaan penunjang seperti sinar X membantu menyingkirkan kemungkinan penyakit sendi lainnya.

Pada kondisi tertentu, dilakukan aspirasi sendi dengan mengambil cairan sendi untuk memastikan adanya kristal asam urat sebagai penyebab nyeri.

Pengobatan Asam Urat Disesuaikan Tingkat Keparahan

Penanganan asam urat tidak bisa disamaratakan.

Untuk meredakan nyeri dan peradangan, dokter kerap meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen.

Pada kasus lebih berat, kortikosteroid dan colchicine dapat diberikan.

Selain itu, tersedia obat yang menekan produksi asam urat seperti allopurinol, serta obat yang membantu pengeluaran asam urat melalui ginjal, salah satunya probenecid.

Pencegahan Jadi Kunci Utama

Meski tersedia berbagai terapi, pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif.

dr. Kunari mengimbau masyarakat, khususnya lansia, untuk menerapkan gaya hidup sehat.

“Pada lansia, asam urat sering kali menurunkan kualitas hidup karena rasa nyeri yang berulang dan keterbatasan aktivitas. Karena itu, pemahaman yang baik tentang penyakit ini sangat penting, baik bagi penderita maupun keluarga,” kata dr. Kunari.

Langkah pencegahan yang dianjurkan meliputi membatasi makanan tinggi purin, memperbanyak konsumsi air putih, mengurangi alkohol, menjaga berat badan ideal, serta memperbanyak buah dan sayur.

Waspadai Komplikasi Jika Asam Urat Dibiarkan

Asam urat yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu komplikasi serius.

Tophi atau benjolan keras akibat penumpukan kristal bisa muncul di bawah kulit.

Selain itu, pengendapan kristal di ginjal berisiko menyebabkan batu ginjal hingga gagal ginjal.

Dengan mengenali gejala sejak dini, rutin memeriksakan diri, serta menjalani pengobatan dan pola hidup sehat, lansia tetap memiliki peluang untuk hidup aktif dan nyaman.

Dukungan keluarga juga menjadi faktor penting agar kualitas hidup di usia senja tetap terjaga. (kwl/lz)

Editor : Laila Zakiya
#gejala #nyeri #penyebab #cara pencegahan #asam urat #lansia