Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Berperan dalam Dunia Medis dengan Keberanian: Kisah Marie Curie, Ilmuwan Wanita Pertama Peraih Dua Hadiah Nobel

Damianus Bram • Minggu, 19 Oktober 2025 | 01:07 WIB
Marie Curie.
Marie Curie.

SOLOBALAPAN.COM – Marie Curie adalah salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sains modern.

Ia dikenal sebagai pelopor dalam penelitian radiasi dan merupakan ilmuwan perempuan pertama yang berhasil meraih dua Hadiah Nobel di dua bidang berbeda: Fisika (1903) dan Kimia (1911).

Dedikasinya telah mengubah pemahaman dunia tentang radioaktivitas dan membuka jalan bagi inovasi medis modern.

Perjuangan Melawan Batasan Gender dan Kemiskinan

Baca Juga: Mengukir Sejarah Musik Jawa: Mengenal Waldjinah, Ratu Keroncong dari Solo Peraih Banyak AMI Awards

Marie Curie lahir dengan nama Hedwig Eva Maria Kiesler di Warsawa, Polandia, pada 7 November 1867.

Sejak kecil, ia menunjukkan kecerdasan dan rasa ingin tahu yang menonjol.

Namun, karena Universitas Warsawa hanya menerima mahasiswa pria, Marie terpaksa belajar secara rahasia di Universitas Terapung Warsawa—sekolah bawah tanah bagi perempuan.

Karena keterbatasan biaya, ia dan kakaknya, Bronya, menempuh pendidikan di luar negeri secara bergantian.

Marie bekerja sebagai guru privat selama lima tahun sambil tetap belajar fisika, kimia, dan matematika.

Pencapaian Pendidikan: Pada 1891, Marie berhasil menempuh pendidikan di Universitas Sorbonne, Paris.

Meskipun hidup sederhana—hanya makan roti dan teh sehari-hari—ia berhasil meraih gelar master fisika (1893) dan master matematika (1894).

Dua Hadiah Nobel dan Penemuan Ikonik

Karier akademis Marie Curie adalah sejarah penembusan batasan gender. Pada tahun 1906, ia menjadi wanita pertama yang diangkat sebagai profesor di Universitas Paris.

Nobel Fisika (1903): Diterima bersama suaminya, Pierre Curie, dan Henri Becquerel, atas penelitian mereka mengenai radioaktivitas—istilah yang diciptakan oleh Marie sendiri.

Nobel Kimia (1911): Diterima berkat penemuan unsur polonium dan radium, serta teknik isolasi isotop radioaktif yang ia kembangkan sendiri.

Keberhasilan luar biasa ini menjadikannya inspirasi bagi perempuan di seluruh dunia untuk menekuni dunia sains.

Warisan Medis dan Akhir Hayat Tragis

Warisan Marie Curie melampaui laboratorium. Ia mendirikan Curie Institute yang kini menjadi pusat penelitian terkemuka.

Penelitiannya membawa dampak signifikan dalam pengembangan terapi radiasi untuk pengobatan kanker.

Selama Perang Dunia I, Marie Curie berperan aktif dengan mengembangkan unit radiologi bergerak untuk rumah sakit lapangan, membantu diagnosa medis bagi ribuan prajurit yang terluka.

Tragisnya, Marie Curie meninggal pada 4 Juli 1934 pada usia 66 tahun akibat anemia aplastik, yang kemungkinan besar disebabkan oleh paparan radiasi dari penelitian dan pekerjaannya.

Pada 1995, ia menjadi wanita pertama yang dimakamkan di Panthéon, Paris, atas jasanya sendiri, mengabadikan warisan abadi sains dan keberanian. (mg2/dam)

 

Editor : Damianus Bram
#Radiologi #marie curie #radioaktivitas #nobel #medis