SOLOBALAPAN.COM – Mencari camilan sehat untuk menemani aktivitas olahraga? Pisang bisa jadi jawabannya.
Buah ini tidak hanya praktis dibawa ke mana-mana, tapi juga kaya nutrisi penting yang mendukung performa tubuh, seperti karbohidrat, serat, kalium, dan vitamin.
Tak heran jika pisang sering jadi favorit para atlet dan pecinta olahraga.
Melansir dari Health Shots, Jumat (4/7/2025), berikut enam alasan utama mengapa pisang layak dikonsumsi saat berolahraga:
1. Kaya Karbohidrat, Sumber Energi Instan
Pisang mengandung karbohidrat yang akan diubah menjadi glukosa, sumber utama energi tubuh saat beraktivitas.
Penelitian tahun 2018 menyebutkan bahwa energi dari pisang bersifat berkelanjutan, ideal untuk olahraga seperti lari atau bersepeda.
2. Tinggi Kalium, Cegah Kram Otot
Kalium berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf. Studi tahun 2012 menyatakan bahwa mengonsumsi pisang setelah olahraga bisa menggantikan kalium yang hilang lewat keringat dan mencegah kram serta kelelahan otot.
3. Mudah Dicerna, Aman untuk Perut
Pisang termasuk makanan yang mudah dicerna, menjadikannya camilan ideal sebelum berolahraga.
Kandungannya jarang menyebabkan gangguan pencernaan atau rasa tidak nyaman selama latihan.
4. Mendukung Pemulihan Otot
Kombinasi karbohidrat dan kalium dalam pisang membantu pemulihan otot pasca-latihan.
Ditambah kandungan vitamin B6-nya, pisang turut mendukung pembentukan kembali otot tanpa lemak.
5. Mengandung Serat dan Elektrolit
Serat dalam pisang melepaskan energi secara bertahap, menjaga stamina saat olahraga.
Elektrolit di dalamnya pun membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mencegah dehidrasi, dan menunjang performa.
6. Kurangi Peradangan dan Rasa Lelah
Senyawa alami dalam pisang seperti fenol, karotenoid, dan fitosterol dapat mengurangi peradangan otot pasca-latihan.
Bahkan, konsumsi pisang bisa menurunkan rasa lelah hingga 10–15 persen.
Kesimpulan:
Pisang bukan hanya camilan lezat, tapi juga pilihan cerdas untuk mendukung latihan Anda. Konsumsi sebelum atau setelah olahraga, manfaatnya tetap terasa! (dam)
Editor : Damianus Bram